Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
1 Yohanes 5:1 1 Yohanes 5:2 1 Yohanes 5:3 1 Yohanes 5:4 1 Yohanes 5:5 1 Yohanes 5:6 1 Yohanes 5:7 1 Yohanes 5:8 1 Yohanes 5:9 1 Yohanes 5:10 1 Yohanes 5:11 1 Yohanes 5:12 1 Yohanes 5:13 1 Yohanes 5:14 1 Yohanes 5:15 1 Yohanes 5:16 1 Yohanes 5:17 1 Yohanes 5:18 1 Yohanes 5:19 1 Yohanes 5:20 1 Yohanes 5:21



Mengerti Pengharapan dalam 1 Yohanes 5:15
Ayat ini menekankan keyakinan bahwa jika kita tahu bahwa Bapa meluluskan apa yang kita minta, maka kita mengetahui bahwa kita telah memperoleh permintaan-permintaan kita dari-Nya. Ayat ini menolong kita membangun iman berdoa dengan tujuan yang selaras dengan kehendak Allah, bukan sekadar keinginan pribadi yang egoistis.
Konteks Asli
Surat Yohanes pertama berpusat pada keamanan iman percaya kepada Sang Anak, kasih dan kebenaran Allah, serta ajaran tentang bagaimana hidup sebagai umat yang telah dilahirkan kembali. Ayat ini berada dalam bingkai doa-doa yang lahir dari hubungan dekat dengan Allah Bapa, ketika umat percaya berusaha mengenali kehendak-Nya melalui kasih Kristus.
Inti Pesan Utama
Inti ayat ini adalah jaminan bahwa doa yang lahir dari iman dan mengikuti kehendak Allah tidak kembali dengan kekosongan. Ketika kita yakin bahwa permintaan kita sejalan dengan kemuliaan Tuhan, kita dapat mengenali jawaban-Nya sebagai bagian dari kasih-Nya yang menjawab doxa iman.
Pemantapan Teologis
Beberapa tema pendukung yang memperkuat ayat ini antara lain:
Cross-References yang Relevan
Beberapa ayat pendukung yang sering dipakai untuk memperluas pemahaman ayat ini:
Refleksi Devosional
Doa yang efektif lahir dari kasih yang berakar pada hubungan dengan Bapa. Bukan hanya meminta, tetapi belajar mengenali kehendak-Nya melalui firman dan Roh Kudus. Ketika kita hidup dalam ketaatan dan kasih, kita dapat lebih tenang menerima jawaban-Nya, entah ya atau tidak, karena kita percaya bahwa Allah menuntun kita dalam kasih-Nya yang sempurna.
Penutup
Ayat ini mengundang kita untuk menilai motif, memperdalam hubungan dengan Allah, dan mempercayai bahwa Allah sanggup meluluskan doa-doa yang lahir dari iman yang sejalan dengan kehendak-Nya. Doa yang demikian membawa ketenangan batin sekaligus mendorong hidup yang semakin serupa dengan Kristus.
Cuplikan para komentator lama (hingga satu kalimat masing-masing)
“Jika kita mengetahui bahwa Ia meluluskan tentang barang apa yang kita pohonkan, maka kita tahu bahwa kita telah memperoleh permintaan kita dari-Nya.” (ringkas pandangan umum para komentator publik domain)