Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
1 Yohanes 5:1 1 Yohanes 5:2 1 Yohanes 5:3 1 Yohanes 5:4 1 Yohanes 5:5 1 Yohanes 5:6 1 Yohanes 5:7 1 Yohanes 5:8 1 Yohanes 5:9 1 Yohanes 5:10 1 Yohanes 5:11 1 Yohanes 5:12 1 Yohanes 5:13 1 Yohanes 5:14 1 Yohanes 5:15 1 Yohanes 5:16 1 Yohanes 5:17 1 Yohanes 5:18 1 Yohanes 5:19 1 Yohanes 5:20 1 Yohanes 5:21



Ketetapan hati untuk memohon menurut kehendak Tuhan (1 Yohanes 5:14)
Inti interpretatif ayat ini menegaskan kedudukan doa yang selaras dengan maksud Allah. Yohanes menegaskan bahwa bila kita memohon sesuatu sesuai kehendak-Nya, doa itu nyata mendapat kelulusan. Bukan berarti Allah selalu memberi apa yang kita inginkan secara sepenuhnya, melainkan ia menempatkan diri kita dalam korelasi dengan rencana-Nya yang lebih luas dan adil.
Konteks sastra dan alur tulisan
Ayat ini berada dalam bagian penegasan Yohanes tentang percaya dan beroleh hidup kekal melalui iman kepada Kristus, lalu berlanjut pada gagasan doa sebagai bagian praktis iman. Dalam konteks surat, Yohanes menekankan relasi kasih dengan Allah: jika kita memiliki hubungan yang benar dengan Bapa, kita juga memiliki cara hidup yang konsisten melalui doa yang berakar pada kehendak-Nya. Ayat ini menutup sebuah siklus: iman → doa yang berpusat pada kehendak Tuhan → jawaban Allah sesuai kasih-Nya.
Teknis teologis: kehendak-Nya dan kelulusan doa
Beberapa hal penting terkait kehendak Tuhan yang muncul di sini:
Kaitan dengan suara para penafsir berabad-abad
Para penafsir klasik menekankan bahwa keyakinan kita kepada kasih Allah mengubah cara kita berdoa. Matthew Henry menekankan bahwa doa yang lahir dari kasih dan iman tidak menuntut hal-hal yang bertentangan dengan sifat-Nya; Albert Barnes menyoroti bahwa kelulusan doa tidak berarti setiap permintaan sekadar dipenuhi sebagai hak, melainkan doa yang sejajar dengan tujuan ilahi. Adam Clarke menambahkan bahwa Allah menyelidiki motif hati sebelum memberikan jawaban. Ringkasnya: doa yang sesuai kehendak-Nya menegaskan relasi yang benar dengan-Nya.
Cuplikan pendek (tanpa pluton kutipan panjang): “Doa yang efektif adalah doa yang harmonis dengan rencana kasih Allah.”
Hubungan lintas Kitab Suci
Beberapa lintasan relevan:
Pertanyaan refleksi
Kesimpulan singkat
Ayat ini menegaskan bahwa doa yang efektif lahir dari hubungan yang benar dengan Allah dan selaras dengan maksud-Nya. Ketika hati kita masuk dalam kehendak-Nya, kita dapat bersekutu dengan Ia dalam keyakinan bahwa jawaban-Nya adalah bagian dari rencana kasih-Nya untuk kita dan dunia.