Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
1 Korintus 3:1 1 Korintus 3:2 1 Korintus 3:3 1 Korintus 3:4 1 Korintus 3:5 1 Korintus 3:6 1 Korintus 3:7 1 Korintus 3:8 1 Korintus 3:9 1 Korintus 3:10 1 Korintus 3:11 1 Korintus 3:12 1 Korintus 3:13 1 Korintus 3:14 1 Korintus 3:15 1 Korintus 3:16 1 Korintus 3:17 1 Korintus 3:18 1 Korintus 3:19 1 Korintus 3:20 1 Korintus 3:21 1 Korintus 3:22 1 Korintus 3:23



Makna Inti 1 Korintus 3:11 (IDN)
Hanya ada satu dasar keselamatan dan kehidupan rohani yang dapat kukuh diletakkan: yaitu Yesus Kristus. Tidak ada fondasi lain yang layak atau cukup untuk menahan iman umat percaya. Ayat ini menegaskan bahwa segala pekerjaan rohani bersifat sementara jika tidak berakar pada Kristus sebagai satu dasar tunggal.
Latar Kontekstual
Surat 1 Korintus ditulis Paul untuk menanggapi perselisihan dan kekacauan di jemaat Korintus. Dalam bagian ini ia meninjau perbedaan pendapat tentang pembentukan dasar gereja: pentahbisan pribadi, pengajaran manusia, dan pelayanan yang berujung pada sombong manusia. Ayat ini menekankan bahwa penyataan paling teguh dan langgeng tentang keselamatan adalah Kristus sendiri sebagai dasar yang telah ditetapkan sejak awal.
Observasi Interpretatif
Gagasan Tematik
Rujukan silang Singkat
- Efesus 2:20–22: jemaat dibangun di atas dasar para rasul dan nabi, dengan Kristus sendiri sebagai batu penjuru. Penekanan bahwa Kristus adalah inti dan pusat bangunan rohani.
- Ibrani 6:19–20: pengharapan itu sebagai jangkar roh; kita berpegang pada Kristus yang memasuki mahkota keselamatan sebagai Imam Besar secara abadi. Menekankan keteguhan dalam Kristus.
- 1 Yohanes 4:15–16: siapa yang mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah, hidup dalam kasih Allah; kasih itu tetap karena kita tinggal di dalam Dia dan Dia di dalam kita. Prinsip hubungan pribadi dengan Kristus memampukan fondasi yang kokoh.
Pelajaran Praktis Ringkas
Periksa arah kerja rohani Anda: apakah Anda membangun kehidupan rohani atas Kristus sebagai dasar utama? Hindari terbawa arus sekadar mengikuti figur manusia atau program semata. Fokuskan upaya pada iman yang berakar pada Kristus, sehingga pekerjaan Anda berdiri teguh di hadapan Tuhan pada hari-Nya.
Wawasan Gabungan dari Bahan Warisan Penafsir
Aduh, para penafsir klasik menekankan bahwa tidak ada landasan lain yang berdaya selain Kristus. Seorang penafsir seperti Matthew Henry menyoroti perlunya menilai pekerjaan rohani “dari dasar”—apakah itu dibangun pada kedalaman iman kepada Kristus atau hanya pada poros pemikiran manusia. Albert Barnes menekankan bahwa ayat ini menegaskan eksklusivitas Kristus sebagai landasan, dan Adams Clarke menambahkan bahwa karya manusia akan diuji melalui hubungannya dengan Kristus sebagai dasar. Ringkasnya, semua penafsiran menggariskan satu pesan: Kristus adalah satu-satunya basis yang tidak dapat tergoyahkan. Kutipan singkat dari sumber-sumber klasik tidak dimasukkan secara langsung di sini demi menjaga format.