Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
1 Korintus 11:1 1 Korintus 11:2 1 Korintus 11:3 1 Korintus 11:4 1 Korintus 11:5 1 Korintus 11:6 1 Korintus 11:7 1 Korintus 11:8 1 Korintus 11:9 1 Korintus 11:10 1 Korintus 11:11 1 Korintus 11:12 1 Korintus 11:13 1 Korintus 11:14 1 Korintus 11:15 1 Korintus 11:16 1 Korintus 11:17 1 Korintus 11:18 1 Korintus 11:19 1 Korintus 11:20 1 Korintus 11:21 1 Korintus 11:22 1 Korintus 11:23 1 Korintus 11:24 1 Korintus 11:25 1 Korintus 11:26 1 Korintus 11:27 1 Korintus 11:28 1 Korintus 11:29 1 Korintus 11:30 1 Korintus 11:31 1 Korintus 11:32 1 Korintus 11:33 1 Korintus 11:34



Pengantar Пос dari 1 Korintus 11:25
Inti utama ayat ini adalah penegasan bahwa cawan perjamuan kudus menandai perjanjian baru dalam darah Kristus. Setelah makan malam bersama murid-murid, Yesus menegaskan makna simbolis darah-Nya sebagai penebusan dan hubungan perjanjian yang baru. Ayat ini menegaskan bahwa perjamuan kudus bukan sekadar simbol, melainkan peringatan yang berulang tentang karya penebusan-Nya dan realitas ikatan umat-Nya dengan Penciptanya.
Konteks Sastra
Pasal ini berada dalam bagian Musyawarah Kudus di antara Rasul Paulus dan jemaat Korintus mengenai tata cara perjamuan. Paulus menekankan sikap rohani yang benar, bukan hanya bentuknya. Dalam konteks pasal 11, ia membahas bagaimana perjamuan itu seharusnya mempererat persatuan jemaat, menghindari perselisihan, dan menumbuhkan kesadaran akan kematian Tuhan hingga kedatangan-Nya. Ayat 25 merangkum inti ritual: cawan yang berisi darah Kristus meneguhkan perjanjian Allah dengan umat-Nya melalui kematian dan kebangkitan-Nya.
Makna Teologis
Perjanjian baharu dalam darah-Nya berarti perubahan atau pembaruan hubungan antara Tuhan dan manusia. Darah Kristus menebus dosa-dosa kita dan membentuk komunitas umat-Nya yang hidup dalam iman kepada Kristus. Perjamuan Kudus menjadi sakramental tanda dari realitas rohani: Kristus hadir secara spiritual dalam iman, memberkati umat-Nya melalui persekutuan, pengampunan, dan pengharapan akan kemuliaan-Nya.
Wawasan dari para penafsir berbahasa Latin dan klasik
Para penafsir lama menekankan bahwa perjamuan kudus adalah penegasan ulang atas karya penebusan Kristus yang terus relevan bagi jemaat saat ini. Beberapa kutipan singkat dari penafsir berbahasa Inggris yang berkelas publik domain dapat membantu memahami nuansa:
“The cup of blessing which we bless, is it not the communion of the blood of Christ?” (penekanan pada kehadiran perjanjian melalui darah-Nya) — sebuah garisan interpretatif yang sejalan dengan fokus perjanjian baru dalam darah-Nya.
Catatan: Kutipan langsung panjang tidak disertakan untuk menjaga ringkasnya karya para ahli lama; namun, nuansa umum bahwa darah-Nya mengikat umat kepada Tuhan melalui perjanjian baru diakui secara luas dalam literatur klasik.
Referensi lintas Santo Kitab
Penafsir gemar menekankan bahwa perjamuan bukan sekadar ritual, melainkan pernyataan iman akan Kristus yang hidup dan karya-Nya yang membentuk identitas komunitas percaya.
Pertanyaan untuk Refleksi
Kesimpulan Singkat
1 Korintus 11:25 menegaskan bahwa cawan perjamuan adalah tanda perjanjian baru dalam darah Kristus. Dalam konteks jemaat Korintus, ini menantang mereka untuk merayakan persekutuan yang hidup, menjaga kemurnian hati, dan menekankan karya penebusan Kristus sebagai pusat iman. Perjamuan Kudus mengingatkan kita bahwa pembaruan hubungan dengan Allah telah di‑institusikan melalui darah-Nya dan dipraktikkan dalam komunitas iman yang saling menguatkan.