Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiTitus 3:9 Tafsiran ayat Alkitab
Titus 3:9 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi palingkanlah dirimu daripada perbantahan yang bodoh dan ceritera silsilah, dan pertengkaran dan perkelahian dari hal hukum Taurat, karena segala perkara itu tiada berfaedah dan sia-sia.
Titus 3:9 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Titus 3:9 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Timotius 2:14 (IDN) »
Ingatkanlah segala perkara itu kepada orang-orang, dengan menasehatkan mereka itu bersungguh-sungguh di hadirat Tuhan, supaya jangan mereka itu berbantah-bantah dari hal perkataan, yang satu pun tiada gunanya, melainkan akan membinasakan orang yang mendengarnya.

2 Timotius 2:23 (IDN) »
Tetapi tolakkanlah segala perbantahan yang bodoh dan yang tiada berguna itu, sedang diketahui bahwa hal itu mendatangkan perkelahian.

1 Timotius 4:7 (IDN) »
Tetapi tolakkanlah segala ceritera sia-sia semacam ceritera perempuan-perempuan tua itu. Amalkanlah ibadat.
Titus 3:9 (IDN) — Menghindari Perdebatan yang Bodoh
Dalam surat Titus, Rasul Paulus menasihati jemaat untuk hidup tenang dan menata iman dengan cara yang berdampak. Ayat ini muncul dalam bagian yang menekankan perilaku islilah rohani dan hubungan antar-warga gereja. Paulus menegaskan bahwa fokus utama hidup Kristen tidak pada perdebatan teologis yang sengit maupun perkara pada hukum Taurat yang pada akhirnya tidak membangun iman maupun persaudaraan.
Inti makna ayat
Ayat ini menekankan pentingnya menghindari perbantahan yang bodoh, ceritera silsilah, serta pertengkaran mengenai hal-hal hukum Taurat. Tujuannya adalah menjaga jemaat tetap bersatu, mengandalkan kasih karunia Allah, dan menjalani kehidupan yang menonjolkan karya keselamatan dalam Kristus. Perdebatan yang tidak membangun justru bisa merusak kesaksian Kristen di tengah dunia.
Tema utama
Teks pendukung dan pandangan klasik
Para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa konteks Titus adalah pembentukan gereja yang sehat secara moral. Mereka menyoroti bahwa fokus seharusnya pada hidup saleh, kerja kasih, dan pelayanan yang meninggikan Kristus, bukan pada rincian genealogis atau kepatuhan ritual yang tidak memberi manfaat rohani. Jika diperlukan, mereka mengingatkan bahwa konflik semacam itu sering menciptakan perpecahan dan mengalihkan perhatian dari pekerjaan pewartaan injil.
Acuan silang yang relevan
Penjelasan singkat: Ayat-ayat silang tersebut menegaskan bahwa hubungan jemaat berpusat pada pembentukan karakter Kristus melalui perkataan yang membangun dan ketahanan rohani, bukan pada pertentangan yang menimbulkan kebingungan atau penyesatan.
Refleksi praktis
Dalam kehidupan sehari-hari gereja, kita diajak untuk:
Ringkasan singkat
Paulus menasihati Titus dan jemaatnya agar menjauhi perkataan yang tidak membangun—terutama sengketa mengenai silsilah atau hukum Taurat. Keselamatan bersifat anugerah melalui Kristus; hidup Kristen yang berbuah adalah buah kasih, damai, dan pelayanan. Dengan demikian, umat percaya dipanggil menjaga kesatuan gereja dan fokus pada pekerjaan yang berlandaskan kasih Ilahi.