Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Markus 7:1 Markus 7:2 Markus 7:3 Markus 7:4 Markus 7:5 Markus 7:6 Markus 7:7 Markus 7:8 Markus 7:9 Markus 7:10 Markus 7:11 Markus 7:12 Markus 7:13 Markus 7:14 Markus 7:15 Markus 7:16 Markus 7:17 Markus 7:18 Markus 7:19 Markus 7:20 Markus 7:21 Markus 7:22 Markus 7:23 Markus 7:24 Markus 7:25 Markus 7:26 Markus 7:27 Markus 7:28 Markus 7:29 Markus 7:30 Markus 7:31 Markus 7:32 Markus 7:33 Markus 7:34 Markus 7:35 Markus 7:36 Markus 7:37



Markus 7:34 (IDN) - Tafsiran singkat
Dalam Markus pasal 7, kita melihat bagaimana yesus menghadapi tradisi manusia yang mengaburkan maksud hukum Allah. Pada ayat 34, Ia menengadah ke langit, mengeluh, lalu berujar, "Eppata," yang berarti Terbukalah! Peristiwa ini terjadi ketika seseorang yang tuli mengalami kesulitan berkomunikasi, dan manifestasi kuasa-Nya membawa pemulihan nyata bagi orang itu. Tuhan tidak hanya menyatakan kuasa-Nya secara abstrak, tetapi juga menyentuh kebutuhan manusia dengan belas kasihan dan perhatian pribadi.
Makna pokok ayat
Aktivitas Yesus menengadah ke langit menunjukkan ketundukan-Nya kepada Bapa serta sumber kuasa-Nya. Perkataan "Eppata" adalah tindakan simbolis yang menandai penyatuan doa bersama tindakan-Nya, memperlihatkan bahwa penyembuhan datang melalui kedaulatan ilahi yang bekerja melalui-Nya. Ayat ini menegaskan identitas-Nya sebagai Juruselamat yang berkuasa atas hambatan fisik serta hal-hal yang menghalangi komunikasi manusia dengan Allah.
Tema utama
Rujukan silang yang relevan
Beberapa bagian lain Alkitab menampilkan pola serupa:
Penjabaran hubungan: penyembuhan fisik dipakai sebagai sarana untuk mengarahkan perhatian kepada anugerah Allah yang lebih luas—pemulihan kemanusiaan secara menyeluruh melalui iman kepada Kristus.
Perenungan praktis
Ayat ini mengingatkan kita untuk datang kepada Allah dengan ketergantungan penuh, tidak mengandalkan ritual manusia semata. Ketika kita berada dalam situasi yang sulit berkomunikasi—baik secara fisik maupun rohani—Allah sanggup membuka jalan. Doa yang sederhana, seperti “Terbukalah,” bisa menjadi perwujudan iman yang sederhana namun nyata, bahwa Allah sanggup membentuk kembali keadaan sesuai kehendak-Nya.
Intisari singkat
Ayat Markus 7:34 menyoroti belas kasihan Kristus yang bekerja melalui tindakan simbolis yang menandai pemulihan penuh. Melaluinya, kita diajak melihat bahwa kuasa Tuhan hadir untuk membebaskan, mengembalikan komunikasi yang rusak, dan mengarahkan semua orang kepada pemahaman bahwa keselamatan datang melalui iman kepada-Nya.
Catatan editorial
Quotations from public-domain commentators (untuk konteks interpretatif umum): Matthew Henry menekankan perhatian Kristus pada kebutuhan manusia, Albert Barnes menekankan aspek otoritas-Nya atas fisik dan spiritual, Adam Clarke menyoroti simbolisme tindakan menengadah dan perintah “Terbukalah.” Kutipan singkat yang relevan disertakan secara ringkas, tanpa mengulang teks penuh.