Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Markus 2:1 Markus 2:2 Markus 2:3 Markus 2:4 Markus 2:5 Markus 2:6 Markus 2:7 Markus 2:8 Markus 2:9 Markus 2:10 Markus 2:11 Markus 2:12 Markus 2:13 Markus 2:14 Markus 2:15 Markus 2:16 Markus 2:17 Markus 2:18 Markus 2:19 Markus 2:20 Markus 2:21 Markus 2:22 Markus 2:23 Markus 2:24 Markus 2:25 Markus 2:26 Markus 2:27 Markus 2:28



Penjelasan Ayat Markus 2:17 (IDN)
Dalam Markus 2:17, konteksnya adalah respons Yesus terhadap kritik orang farihsi tentang makan bersama orang berdosa. Mereka menganggap-Nya duduk dengan pelanggar hukum dan pria-pria yang dianggap najis. Yesus menjawab dengan perumpamaan sederhana: orang sehat tidak membutuhkan tabib, yang sakit-lah membutuhkannya. Ia menegaskan misinya: tujuan-Nya adalah memanggil bukan orang benar yang merasa cukup, melainkan orang berdosa yang mengakui kebutuhan mereka akan kasih karunia.
Makna sentral
Ayahbahasa inti ayat ini adalah pengakuan bahwa keselamatan datang melalui kasih karunia Allah kepada orang yang sadar akan kebutuhan rohaninya. Yesus datang untuk memulihkan, membebaskan, dan menyembuhkan jiwa manusia yang tercerai-berai oleh dosa. Ketika Ia menghubungkan diri-Nya dengan “tabib” bagi yang sakit, Ia menegaskan bahwa semua manusia perlu karya penyelamatan-Nya, bukan hanya yang dianggap “layak” menurut standar manusia.
Tema utama
Cross-references singkat
Penjelasan singkat: Referensi Roma menekankan anugerah, Lukas menyorot misi pencarian-Nya bagi yang hilang, dan Yesaya menyingkap batas jarak akibat dosa. Ketiganya memperjelas konteks Markus 2:17: kasih karunia Allah memulihkan relasi dengan-Nya, bukan membenarkan ketidakpatuhan manusia.
Aplikasi praktis
Ringkasan penutup
Markus 2:17 menegaskan misi Yesus sebagai Tabib bagi yang sakit rohani, yaitu mereka yang menyadari kebutuhan akan kasih karunia Allah. Ini menolak gagasan bahwa hanya orang benar yang layak mendapat perhatian Allah, dan menegaskan bahwa keselamatan datang melalui iman kepada Kristus yang mengundang semua yang berdosa untuk masuk dalam pemulihan-Nya.
Quotations (eksak) dari sumber berbahasa Inggris publik domain, jika ada dalam catatan: “Disease of sin” atau “I came not to call the righteous, but sinners to repentance” dapat ditemui dalam ringkasan filsafat Henry/Clarke/Barnes. (Pernyataan ini diringkas untuk konteks bahasa Indonesia tanpa kutipan panjang teks asli.)