Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Markus 15:1 Markus 15:2 Markus 15:3 Markus 15:4 Markus 15:5 Markus 15:6 Markus 15:7 Markus 15:8 Markus 15:9 Markus 15:10 Markus 15:11 Markus 15:12 Markus 15:13 Markus 15:14 Markus 15:15 Markus 15:16 Markus 15:17 Markus 15:18 Markus 15:19 Markus 15:20 Markus 15:21 Markus 15:22 Markus 15:23 Markus 15:24 Markus 15:25 Markus 15:26 Markus 15:27 Markus 15:28 Markus 15:29 Markus 15:30 Markus 15:31 Markus 15:32 Markus 15:33 Markus 15:34 Markus 15:35 Markus 15:36 Markus 15:37 Markus 15:38 Markus 15:39 Markus 15:40 Markus 15:41 Markus 15:42 Markus 15:43 Markus 15:44 Markus 15:45 Markus 15:46 Markus 15:47



Markus 15:26 — “Maka tulisan tuduhan ke atas Dia tertulis di sebelah atas-Nya, yaitu, ‘Raja orang Yahudi.’”
Setting segera: Pada jalur penzaliman terhadap Yesus, pengadilan di hadapan pilatus mencapai puncaknya. Di luar kayu salib, penderitaan-Nya dimaknai melalui tulisan yang dipaku di atas salib. Ayat ini menegaskan bahwa tuduhan utama yang diucapkan terhadap-Nya adalah klaim-Nya sebagai Raja Israel. Namun konteksnya mengundang pembacaan yang lebih dalam tentang arti kerajaan, identitas Mesias, dan respons manusia terhadap janji Allah.
Apa yang ditunjukkan teks tentang Allah dan iman
Tulisan di salib menegaskan bahwa Allah menjaga janji karya-Nya melalui Mesias. Raja yang dinyatakan di kayu salib bukan dalam arti kekuatan duniawi atau kemegahan politik, melainkan kerajaan Allah yang datang dalam kasih, pengurbanan, dan penebusan. Ayat ini mengajak iman untuk menimbang bahwa kekudusan Allah terwujud dalam karya pengorbanan-Nya, sehingga pengikut-Nya dipanggil melihat kerajaan Allah sebagai realitas yang tidak selalu sejalan dengan harapan duniawi.
Penjelasan kata dan gambaran penting
- “tulisan tuduhan” menunjukkan bahwa klaim-Nya dicatat secara publik dan tidak bisa dihindari; pengakuan tersebut menjadi bagian dari sakramen penderitaan dan penebusan.
- “Raja orang Yahudi” (Raja Israel) merujuk pada nubuat Mesias, namun penggenapan-Nya menantang pemahaman politik saat itu. Islamik teks menyoroti benturan antara kemauan manusia dan rencana Allah yang mengundang pertobatan serta iman yang penuh harap.
Hubungan dengan teks-teks terkait
Beberapa bagian yang relevan untuk dipertimbangkan: - Yohanes 19:19-22, yang juga mencatat tulisan salib, menekankan reaksi orang banyak terhadap klaim kerajaan-Nya. - Yesaya 9:6-7 menggambarkan Raja dan kerajaan yang damai, membantu pembaca melihat bagaimana kemuliaan Allah seringkali hadir melalui jalan penebusan yang tidak konvensional. - Matius 27:37 menambah konteks bagaimana penetapan sebagai “Raja orang Yahudi” diuji dalam pengakuan piawai para saksi dan pewartaan pengikut-Nya.
Penafsiran praktis dan aplikasi masa kini
Kaitan lintas teks singkat
Antar lain, hubungan dengan Markus 14:62 menegaskan makna pengakuan-Nya sebagai Raja, meskipun pengungkapannya terjadi melalui penderitaan. Ini mengarahkan kita pada pengertian bahwa identitas-Nya adalah sumber keselamatan bagi umat manusia.
Rangkuman pemikiran tafsiran
Penempatan tulisan tuduhan pada salib menegaskan kebenaran bahwa kerajaan Allah dibangun melalui kasih Kristus yang rela menanggung beban dosa dunia. Dari karya-Nya, iman kita dipanggil untuk melihat lebih dalam: apakah kita mempercayai kemuliaan-Nya meskipun tidak sesuai gambar yang diinginkan dunia?