Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMaleakhi 2:15 Tafsiran ayat Alkitab
Maleakhi 2:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka bukankah yang satu itu sudah berbuat demikian, pada masa tubuhnya lagi kuat? Tetapi apakah dituntut oleh yang satu itu? Yaitu satu benih dari pada Allah! Sebab itu, ingatlah baik-baik, jangan kamu pakai kuatmu akan berbuat khianat kepada bini masa mudamu.
Maleakhi 2:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Maleakhi 2:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Korintus 7:14 (IDN) »
Karena suami yang tiada beriman itu dikuduskan di dalam isterinya, dan isteri yang tiada beriman itu dikuduskan di dalam saudara itu. Jikalau tiada yang demikian, niscaya najislah anak-anakmu itu, tetapi sekarang kuduslah ia.

Ayub 27:3 (IDN) »
selama ada lagi nyawa di dalam aku dan nafas dari pada Allah di dalam lobang hidungku,

Matius 19:4 (IDN) »
Maka jawab Yesus, kata-Nya, "Tiadakah kamu membaca, bahwa Ia yang menjadikan manusia pada mulanya menjadikan laki-laki dan perempuan,
Mengapa Maleakhi 2:15 Penting bagi Pembacaan Saat Ini
Ayat ini menyoalkan kesetiaan umat Allah, khususnya dalam ikatan pernikahan. Pada masa Nabi Maleakhi, Tuhan menuduh umat-Nya tidak setia kepada istri mereka yang telah dianugerahkan Allah, terutama yang masa mudanya penuh kasih dan janji. Pesannya relevan bagi pembaca sekarang: kesetiaan dalam pernikahan adalah bagian dari membangun pewarisan ilahi bagi keturunan yang hidup dalam takut akan Tuhan.
Konsep Asal dan Latar Belakang
Maleakhi 2 menegur para imam dan bangsa karena mereka mengajar, hidup, dan bertindak tidak konsisten dengan perjanjian Allah. Ayat 15 menekankan bahwa Allah telah menjadikan satu manusia sebagai pasangan dalam pernikahan—“satu benih dari pada Allah”—yang menandai kesatuan, komitmen, dan kehendak-Nya untuk kerelaan hidup bersama di dalam ikatan pernikahan. Nabi melanjutkan dengan panggilan agar umat menjaga kesetiaan terhadap istri masa mudanya, menghindari tindakan khianat yang mengoyak institusi pernikahan dan rencana Tuhan terhadap keluarga.
Gagasan Pokok Ayat
Pesan Tekstual yang Diulas
Ayat ini menekankan bahwa hubungan pernikahan adalah bagian penting dari rencana Allah untuk menghasilkan “benih” yang setia kepada Allah. Penekanan pada masa mudamu mengingatkan bahwa janji dan komitmen pernikahan perlu dipelihara sejak awal, tidak dapat diabaikan demi kepentingan sesaat. Pembahasan ini menuntun pembaca untuk mengingat bahwa memelihara janji adalah bagian dari ibadah kepada Allah.
Tema dan Pelengkap Kitab Suci
Bersama tema utama, ayat ini sejalan dengan ajaran-ajaran yang menegaskan kekudusan pernikahan dan perlunya pemuliaan hidup menurut hukum Allah. Dalam konteks kitab Maleakhi, tema ini juga menyinggung perlunya imam dan umat hidup konsisten secara etika agar ibadah mereka tidak hampa.
Referensi Silang
Penjelasan singkat: referensi-referensi tersebut menegaskan bahwa kesetiaan, kasih, dan tanggung jawab dalam rumah tangga adalah bagian integral dari hidup beriman dan ibadah yang berkenan kepada Tuhan.
Gambaran dari Para Ahli Berbahasa Inggris (Ringkas)
Ringkasan nuansa para komentator gereja berbahasa Inggris yang berada dalam domain publik menyatakan bahwa ayat ini menantang praktik tidak setia dan mengingatkan bahwa pernikahan adalah perjanjian kudus di hadapan Allah. Keteladanan hidup suami-istri yang setia adalah cerminan iman yang nyata.
Refleksi Devosional
Bayangkan rumah tanggamu sebagai ladang yang telah ditaburi oleh kasih Allah. Ketika kesetiaan dipertahankan, benih iman tumbuh menjadi keluarga yang menenteramkan, menjadi kanal berkat bagi orang lain. Jika ada ujian atau godaan, ingatlah bahwa Allah memanggil kita untuk menjaga satu tubuh yang telah Ia anugerahkan. Perhatikanlah langkah-langkah kecil: saling menghormati, membuka komunikasi dengan jujur, dan menghindari tindakan yang merendahkan ikatan suami-istri.
Akhir Kata
Maleakhi 2:15 mengingatkan kita bahwa pernikahan adalah institusi ilahi dengan tujuan menghasilkan keturunan yang hidup dalam takut akan Tuhan. Kesetiaan adalah panggilan kita hari ini, agar hidup beriman tidak terletak pada ritual semata, melainkan pada komitmen praktis yang membangun keluarga yang kuat bagi kemuliaan Tuhan.