Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMaleakhi 1:11 Tafsiran ayat Alkitab
Maleakhi 1:11 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwasanya dari pada tempat matahari terbit sampai ke tempat matahari masuk nama-Ku akan besar di antara segala bangsa dan pada segala tempat akan dibawa bau-bauan dan persembahan yang suci kepada nama-Ku, karena nama-Ku akan besar di antara segala bangsa, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam!
Maleakhi 1:11 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Maleakhi 1:11 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 66:19 (IDN) »
Maka Aku akan menegakkan suatu alamat di antara mereka itu, dan dari pada mereka yang sudah luput itu akan Kusuruhkan beberapa orang kepada segala bangsa, ke Tarsis dan ke Pul dan ke Lud, orang pemanah, ke Tubal dan ke Yawan, kepada segala pulau yang jauh jauh, yang belum pernah mendengar kabar-Ku dan belum pernah melihat kemuliaan-Ku, maka utusan itu akan memashurkan kemuliaan-Ku di antara segala bangsa.

Yesaya 54:5 (IDN) »
Karena Khalikmu itulah suamimu, Tuhan serwa sekalian alam itulah nama-Nya, dan Yang Mahasuci orang Israel itulah Penebusmu; maka disebut akan Dia kelak Allah semesta alam sekalian.

Ibrani 13:15 (IDN) »
Sebab itu dengan jalan Yesus itu hendaklah kita senantiasa mempersembahkan kepada Allah korban puji-pujian, yaitu buah-buahan bibir mulut yang mengaku nama-Nya.
Makna utama Maleakhi 1:11
Firman ini menegaskan bahwa pengabdian kepada Allah tidak terbatas pada wilayah atau bangsa tertentu. Tuhan berfirman bahwa nama-Nya akan besar di antara semua bangsa, mulai dari matahari terbit hingga matahari terbenam, dan persembahan yang suci akan dipersembahkan di mana pun orang percaya menyembah. Inti pesan ialah pemuliaan Allah yang melampaui batas budaya, menantang umat Israel untuk melihat dirinya sebagai bagian dari sebuah rencana penyembahan internasional.
Konteks sastra dan alur naratif
Maleakhi adalah kitab terakhir dalam Perjanjian Lama, berfungsi sebagai penutup dengan seruan pertobatan dan pemurnian ibadah. Bab 1 menyoroti semangat ketidaksetiaan umat terhadap Allah serta keindahan janji-Nya untuk menerima persembahan yang murni. Ayat 11 menegaskan bahwa penyembahan umat Allah tidak terbatas pada ritual di Yerusalem saja, melainkan mencakup seluruh bangsa yang mengangkat nama Tuhan dengan persembahan yang layak.
Signifikansi teologis
Inti teologi ayat ini adalah kebesaran nama Tuhan yang melampaui etnis, budaya, dan yurisdiksi ibadah. Allah tidak hidup dalam wilayah tertentu; Dia adalah Tuhan bagi semua bangsa. Persembahan yang “bau-bauan yang harum” dan “persembahan yang suci” menunjuk pada kemurnian hati dan relevansi ibadah yang menyenangkan di hadapan-Nya, bukan sekadar kepatuhan ritual formal.
Hubungan dengan tradisi teologia publik domain
Dalam catatan para penafsir klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, ayat ini dipakai untuk menegaskan bahwa Allah bertekad menjangkau semua bangsa melalui kasih-Nya dan penebusan yang nyata. Mereka menekankan bahwa kemuliaan nama Allah menuntut respon umat dari berbagai bangsa untuk memuliakan-Nya secara sungguh-sungguh. Meskipun sumber-sumber ini berasal dari tradisi lama, gagasan inti tetap relevan: penyembahan autentik menembus batas budaya.
Quotations (singkat, jika ada): Di antara karya-karya para penafsir publik domain, sering dinyatakan bahwa Allah menuntut ibadah yang murni dan global, bukan hanya ritual lokal. (Penilaian ringkas atas karya klasik; tidak menampilkan kutipan panjang di sini.)
Cross-references yang relevan
Penjelasan singkat: Ketiga referensi menggambarkan progres dari janji Allah tentang kehadiran-Nya di antara bangsa-bangsa menjadi realitas melalui penyebaran kabar baik dan ibadah yang melintasi batas budaya.
Pertanyaan refleksi
Kesimpulan singkat
Maleakhi 1:11 mengajak umat Allah untuk melihat diri mereka sebagai bagian dari rencana Allah yang bersifat global: nama-Nya besar di mana-mana, dan persembahan yang suci dipersembahkan bagi-Nya di seluruh bumi. Respon kita adalah hidup dalam ibadah yang tulus dan membagikan kasih Tuhan tanpa batas budaya.