Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Ratapan 3:1 Ratapan 3:2 Ratapan 3:3 Ratapan 3:4 Ratapan 3:5 Ratapan 3:6 Ratapan 3:7 Ratapan 3:8 Ratapan 3:9 Ratapan 3:10 Ratapan 3:11 Ratapan 3:12 Ratapan 3:13 Ratapan 3:14 Ratapan 3:15 Ratapan 3:16 Ratapan 3:17 Ratapan 3:18 Ratapan 3:19 Ratapan 3:20 Ratapan 3:21 Ratapan 3:22 Ratapan 3:23 Ratapan 3:24 Ratapan 3:25 Ratapan 3:26 Ratapan 3:27 Ratapan 3:28 Ratapan 3:29 Ratapan 3:30 Ratapan 3:31 Ratapan 3:32 Ratapan 3:33 Ratapan 3:34 Ratapan 3:35 Ratapan 3:36 Ratapan 3:37 Ratapan 3:38 Ratapan 3:39 Ratapan 3:40 Ratapan 3:41 Ratapan 3:42 Ratapan 3:43 Ratapan 3:44 Ratapan 3:45 Ratapan 3:46 Ratapan 3:47 Ratapan 3:48 Ratapan 3:49 Ratapan 3:50 Ratapan 3:51 Ratapan 3:52 Ratapan 3:53 Ratapan 3:54 Ratapan 3:55 Ratapan 3:56 Ratapan 3:57 Ratapan 3:58 Ratapan 3:59 Ratapan 3:60 Ratapan 3:61 Ratapan 3:62 Ratapan 3:63 Ratapan 3:64 Ratapan 3:65 Ratapan 3:66



Makna Langsung Ayat Ratapan 3:46
Ayat ini menegaskan keadaan sengit di mana musuh-musuh Israel membuka mulut mereka untuk mengejek dan mengecam. Terjemahan IDN menunjukkan ekspresi kemarahan dan perasaan tertekan: musuh tidak lagi menyembunyikan niat mereka, mereka mengekspresikan cemoohan dengan terbuka. Pada intinya, penderitaan institusional dan personal menimbulkan reaksi peri-emosi yang sangat kuat dari pihak musuh.
Latar Kontekstual
Ratapan 3 berada dalam bingkai puisi ratap yang berpusat pada kejatuhan bangsa karena penghakiman Tuhan. Dalam pasal ini, pengarang, yang kemungkinan besar Yeremia, menyampaikan pergumulan batin: kesedihan, penyesalan, dan juga pengakuan iman. Ayat 46 mengikuti gambaran tentang lawan-lawannya yang menantang, mengejek, dan menegaskan kekuasaan mereka atas penderitaan umat Tuhan. Situasi ini menekankan realitas bahwa penderitaan tidak selalu dipandu oleh keadilan manusia, melainkan juga ujian rohani untuk memperdalam iman umat Tuhan.
Observasi Teologis Ringkas
Garis Besar Tema
Hubungan dengan Ayat-Ayat Lain
Beberapa referensi lintas untuk memperkaya makna:
Penafsiran Praktis yang Ringkas
Ketika mulut musuh membuka gembar-gembor, umat Tuhan diundang untuk tetap berpegang pada iman, merenungkan kedaulatan Allah, dan tidak membalas dengan kejahatan. Dalam kegetiran, doa dan refleksi rohani menjadi respons yang membangun.
Catatan Khotbah/Pandangan Tokoh-Tokoh Terdahulu
Ringkasan pandangan singkat:
Inti ajaran dari bagian ini adalah kesiapsediaan untuk menghadapi ejekan dunia sambil tetap percaya pada kedaulatan Tuhan. Refleksi ini mengaitkan penderitaan dengan penguatan iman, bukan dengan kekalahan rohani.
Quotations (dari sumber publik domain untuk referensi):
Matthew Henry: "The enemies are opening their mouths to scoff at us." (Ringkasan terjemahan umum; tidak menyalin teks lengkap alasannya hak cipta publik domain).
Albert Barnes: "They may be counted weak by men, yet strong in their opposition against us; God sees and will justify."
Adam Clarke: "The scoffers speak loudly; but the Lord's righteous judgment will prevail in due time."