Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYunus 3:3 Tafsiran ayat Alkitab
Yunus 3:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Hata, maka bangunlah Yunus, lalu berjalan ke Ninewe setuju dengan firman Tuhan. Adapun Ninewe itu sebuah negeri yang amat besar, luasnya perjalanan tiga hari.
Yunus 3:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yunus 3:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kejadian 22:3 (IDN) »
Maka bangunlah Ibrahim pagi-pagi hari, dipelanakannya keledainya, lalu dibawanya sertanya akan dua orang hambanya dan akan Ishak anaknyapun dan dibelahnya kayu akan korban bakaran, lalu berangkatlah ia berjalan ke tempat yang telah dikatakan Allah kepadanya.

Mazmur 80:10 (IDN) »
(80-11) Maka gunung telah ditudungi oleh daunnya, dan cabang-cabangnya adalah seperti pohon araz yang besar.

Matius 21:28 (IDN) »
Tetapi apakah pikiran kamu? Bahwa adalah seorang yang mempunyai dua orang anak laki-laki; maka pergilah ia kepada yang sulung serta berkata: Hai anakku, pergilah engkau bekerja hari ini di dalam kebun anggur itu.
Makna Langsung Ayat Yunus 3:3
Yunus menerima perintah Tuhan untuk bangkit dan pergi ke Nineveh, kota besar yang luas, sebagai respons langsung terhadap firman Tuhan. Ayat ini menekankan kesiapan Yunus untuk melaksanakan tugas pesanan Tuhan meskipun Nineveh dikenal penuh tantangan bagi umat Israel pada masa itu.
Latar Konteks Singkat
Sebagaimana dalam kitab nabi-nabi, panggilan terang Tuhan memanggil milik-Nya untuk melihat kebejatan dan mengarahkan umat pada pertobatan. Nineveh adalah ibu kota bangsa Asyur, kekuatan besar yang sering dipandang sebagai musuh Israel. Ketetapan ini menegaskan bahwa maksud Tuhan melampaui batas etnis atau kebiasaan, mengundang respons iman dari Yunus.
Observasi Penafsiran
Cuplikan Wawasan Tokoh Penafsir Terdahulu
Beberapa penafsir pekat, sebagaimana dipegang dalam karya-karya klasik, menekankan bahwa respons Yunus mencerminkan tema utama Kitab Yunus: panggilan Allah sering menantang kita untuk melangkahi batas ketidaknyamanan manusiawi demi kasih ilahi. Mereka menyoroti pentingnya ketaatan segera terhadap firman Tuhan, meskipun tujuannya tampak sulit secara manusia.
Garis Besar Tema
Rujukan Terkait
- Keluaran panggilan nabi dan responsnya (contoh: panggilan Nabi lain yang menguji keberanian iman).
- Pangilan Allah untuk tugas yang tampak mustahil dengan cara manusiawi, lalu dipenuhi oleh penyertaan Tuhan.
Penjelasan singkat: Rujukan lintas ini membantu pembaca melihat pola ketaatan nabi sebagai contoh bagi umat percaya hari ini—bersedia melaksanakan perintah Tuhan meski menghadapi risiko pribadi atau ketidaksukaan manusia.
Inti Praktis
Rangkullah panggilan Tuhan dengan kesiapan tindakan nyata, menimbang bahwa ketaatan bukan sekadar ide, melainkan langkah konkret menuju pemulihan rohani umat. Dalam hidup kita, respons cepat terhadap firman Tuhan membuka peluang bagi pertobatan di sekitar kita, sebagaimana pesan pertobatan Nineveh yang kelak menjadi fokus berita nabi Yunus.
Kutipan Singkat Tokoh Penafsir (Jika Relevan)
Beberapa karya klasik menekankan bahwa “ketaatan segera adalah inti iman nabi-nabi”, meskipun tidak semua ungkapan lengkap dicantumkan di sini. Penekanan pada respons Yunus menunjukkan bahwa Tuhan bekerja melalui hambanya yang siap melangkah, meski keadaan tampak berat.