Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Yoel 2:1 Yoel 2:2 Yoel 2:3 Yoel 2:4 Yoel 2:5 Yoel 2:6 Yoel 2:7 Yoel 2:8 Yoel 2:9 Yoel 2:10 Yoel 2:11 Yoel 2:12 Yoel 2:13 Yoel 2:14 Yoel 2:15 Yoel 2:16 Yoel 2:17 Yoel 2:18 Yoel 2:19 Yoel 2:20 Yoel 2:21 Yoel 2:22 Yoel 2:23 Yoel 2:24 Yoel 2:25 Yoel 2:26 Yoel 2:27 Yoel 2:28 Yoel 2:29 Yoel 2:30 Yoel 2:31 Yoel 2:32



Yoel 2:29 — Penggenapan Roh Allah bagi semua orang
Inti interpretatif: Yoel 2:29 menegaskan bahwa pada hari Tuhan, Roh-Nya akan dicurahkan luas, tanpa membatasi kepada laki-laki saja, melainkan juga kepada hamba-hamba laki-laki dan perempuan. Ayat ini menegaskan inklusivitas karya Roh Kudus dalam merombak jemaat, mempersiapkan umat untuk respons iman, dan memberdayakan pelayanan di tengah komunitas percaya.
Konteks sastra dan aliran pesan
Bagian pasal 2 secara keseluruhan menggambarkan hari TUHAN sebagai saat pembaruan besar: seruan pertobatan, tanda-tanda ajaib, dan panggilan untuk kembali mengejar Allah. Ayat 29 berada di tengah pernyataan bahwa Roh Allah akan dicurahkan secara meluas, termasuk kepada hamba-hamba. Ini menunjukkan transisi dari ancaman ke pemulihan: umat dipanggil untuk menerima pemberian roh sebagai bagian dari pemulihan perjanjian. Secara genre, kita melihat nubuat yang menggabungkan bahasa simbolis dengan realitas historis umat Israel, namun relevansinya melampaui konteks waktu untuk menjangkau jemaat masa kini.
Signifikansi teologis
Jejak lintas Alkitab
Cross-reference yang relevan:
Pertanyaan reflektif
Kesimpulan singkat
Ayat ini menekankan bahwa karya Allah melalui Roh Kudus tidak dibatasi oleh status sosial maupun hierarki manusia. Pada hari Tuhan, Roh-Nya dicurahkan bagi semua orang, mempersiapkan jemaat untuk hidup dalam pertobatan, persatuan, dan pelayanan yang menyatakan kasih Allah secara nyata dalam komunitas percaya.
Cuplikan wajar dari tokoh komentar berbahasa Inggris klasik (tanpa menyalin seluruh teks): “An extraordinary feature of this prophecy is the universal admission of the Spirit to all, signaling the democratization of divine grace.”
Cross-references hadir untuk memperkaya pemahaman tanpa menyalin teks lengkap.