Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ayub 1 Ayub 2 Ayub 3 Ayub 4 Ayub 5 Ayub 6 Ayub 7 Ayub 8 Ayub 9 Ayub 10 Ayub 11 Ayub 12 Ayub 13 Ayub 14 Ayub 15 Ayub 16 Ayub 17 Ayub 18 Ayub 19 Ayub 20 Ayub 21 Ayub 22 Ayub 23 Ayub 24 Ayub 25 Ayub 26 Ayub 27 Ayub 28 Ayub 29 Ayub 30 Ayub 31 Ayub 32 Ayub 33 Ayub 34 Ayub 35 Ayub 36 Ayub 37 Ayub 38 Ayub 39 Ayub 40 Ayub 41 Ayub 42Verse
Ayub 36:1 Ayub 36:2 Ayub 36:3 Ayub 36:4 Ayub 36:5 Ayub 36:6 Ayub 36:7 Ayub 36:8 Ayub 36:9 Ayub 36:10 Ayub 36:11 Ayub 36:12 Ayub 36:13 Ayub 36:14 Ayub 36:15 Ayub 36:16 Ayub 36:17 Ayub 36:18 Ayub 36:19 Ayub 36:20 Ayub 36:21 Ayub 36:22 Ayub 36:23 Ayub 36:24 Ayub 36:25 Ayub 36:26 Ayub 36:27 Ayub 36:28 Ayub 36:29 Ayub 36:30 Ayub 36:31 Ayub 36:32 Ayub 36:33



Makna Ayub 36:11 (IDN)
Makna firman ini sederhana: jika seseorang mau mendengar nasihat Tuhan dengan rendah hati dan taat, maka hidupnya akan dipelihara dalam kelimpahan dan kebahagiaan sepanjang hidupnya. Dalam konteks Ayub pasal 36-37, Tuhan berbicara tentang keadilan-Nya dan cara manusia meresponsnya. Respons yang benar adalah mendengar, tunduk, dan bertobat; hasilnya adalah masa hidup yang diberkati Tuhan.
Latar belakang konteks
Ayub menimbang penderitaan orang benar dan bagaimana Allah menanganinya. Dalam bagian ini, Elihu berbicara tentang keadilan Tuhan, bagaimana Dia mengevakuasi keangkuhan manusia dan mengarahkan hati kepekaan rohani. Ayub 36:11 menegaskan syarat utama untuk menerima pemeliharaan Allah: ketaatan dan kerendahan hati dalam segenap tahun hidup.
Observasi penafsiran kunci
Gagasan tematik yang singkat
Rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat dari para penafsir terdahulu
Para penafsir publik domain sering menekankan bahwa syarat makro ini adalah reaksi manusia terhadap firman Allah: kerendahan hati yang menghasilkan kepatuhan. Henry, Barnes, dan Clarke menekankan bahwa kedagingan manusia cenderung sombong; ketika seseorang merendahkan diri dan menyimak, Tuhan memberkati jalannya. Kutipan singkat yang relevan dari para komentator terkait ide ini disediakan dalam bagian kunci di sini jika tersedia dalam sumber publik domain.
Kaitan praktis yang sederhana
Amanat praktis
Orang percaya dipanggil untuk merespons Tuhan dengan rendah hati dan patuh. Ketika kita mendengar dan menundukkan diri kepada-Nya, hidup kita akan mengalami pemeliharaan terus-menerus dan suasana hati yang penuh kesukacitaan di hadapan Tuhan.