Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ayub 1 Ayub 2 Ayub 3 Ayub 4 Ayub 5 Ayub 6 Ayub 7 Ayub 8 Ayub 9 Ayub 10 Ayub 11 Ayub 12 Ayub 13 Ayub 14 Ayub 15 Ayub 16 Ayub 17 Ayub 18 Ayub 19 Ayub 20 Ayub 21 Ayub 22 Ayub 23 Ayub 24 Ayub 25 Ayub 26 Ayub 27 Ayub 28 Ayub 29 Ayub 30 Ayub 31 Ayub 32 Ayub 33 Ayub 34 Ayub 35 Ayub 36 Ayub 37 Ayub 38 Ayub 39 Ayub 40 Ayub 41 Ayub 42



Ayub 32:21 (IDN): Menjauhi Mempertimbangkan Wajah Seseorang
Pasal 32 dalam Ayub memperkenalkan Elifaz, seorang lulusan pemuda-pemuda yang akhirnya menegaskan bahwa Ayub telah membual dan bahwa kebenaran manusia tidak cukup untuk membuktikan dirinya di hadapan Allah. Ayub 32:21 menandai niat penutur untuk tidak memandang wajah siapa pun, dan tidak melayani membujuk manusia untuk tujuan dirinya sendiri. Ayub, yang menahan diri dari membalas tuduhan, menyingkapkan kebutuhan akan keadilan ilahi yang lebih besar daripada upaya manusia untuk memengaruhi pendapat orang lain. Ayub 32:21 menekankan sikap hati yang bebas dari tekanan sosial atau permainan pujian manusia ketika menilai kebenaran dan keadilan.
Pembahasan ayat dalam konteks pasal
Dalam dialog tiga teman Ayub, pernyataan ini muncul sebagai komitmen untuk tidak terlalu memihak pada satu pihak demi keuntungan pribadi. Penutur menegaskan bahwa ia sendiri tidak ingin menjalin kedudukan manusiawi yang menyalahi kebenaran atau memosisikan dirinya sebagai juru dentuman opini bagi Ayub. Secara praktis, kalimat ini menyiratkan fokus yang tulus pada hakikat kebenaran Allah, bukan pada pengesahan manusia.
Pelajaran rohani utama
Rujukan silang yang relevan
Beberapa ayat sejalan dengan tema ini:
Aplikasi praktis bagi pembaca
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada godaan untuk menilai orang lain demi popularitas, pilihan pribadi, atau keuntungan sosial. Ayub 32:21 mengingatkan agar:
Ringkasan
Ayub 32:21 menegaskan komitmen untuk menjauhi kecenderungan menilai orang lain demi memuaskan diri sendiri atau membentuk opini publik. Fokusnya adalah menyerahkan penilaian kepada Allah yang adil, sambil tetap menjaga kejujuran dan kerendahan hati dalam berkomunikasi dengan sesama. Ayat ini mengarahkan pembaca pada integritas rohani ketika berdialog tentang kebenaran di tengah penderitaan dan ujian iman.
Catatan edisi: Teks asli ini dipadukan dengan wawasan dari tafsiran para komentator publik domain, termasuk nuansa yang menekankan keadilan Allah dan kerendahan hati manusia. Beberapa kutipan ringkas dari para komentator yang relevan disertakan dalam bagian terkait, tanpa menyalin panjang lebar teks asli mereka.