Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ayub 1 Ayub 2 Ayub 3 Ayub 4 Ayub 5 Ayub 6 Ayub 7 Ayub 8 Ayub 9 Ayub 10 Ayub 11 Ayub 12 Ayub 13 Ayub 14 Ayub 15 Ayub 16 Ayub 17 Ayub 18 Ayub 19 Ayub 20 Ayub 21 Ayub 22 Ayub 23 Ayub 24 Ayub 25 Ayub 26 Ayub 27 Ayub 28 Ayub 29 Ayub 30 Ayub 31 Ayub 32 Ayub 33 Ayub 34 Ayub 35 Ayub 36 Ayub 37 Ayub 38 Ayub 39 Ayub 40 Ayub 41 Ayub 42Verse
Ayub 22:1 Ayub 22:2 Ayub 22:3 Ayub 22:4 Ayub 22:5 Ayub 22:6 Ayub 22:7 Ayub 22:8 Ayub 22:9 Ayub 22:10 Ayub 22:11 Ayub 22:12 Ayub 22:13 Ayub 22:14 Ayub 22:15 Ayub 22:16 Ayub 22:17 Ayub 22:18 Ayub 22:19 Ayub 22:20 Ayub 22:21 Ayub 22:22 Ayub 22:23 Ayub 22:24 Ayub 22:25 Ayub 22:26 Ayub 22:27 Ayub 22:28 Ayub 22:29 Ayub 22:30



Ayub 22:7 (IDN)
Akan orang yang lelah tiada engkau beri minum dan dari pada orang yang berlapar engkau sudah menahankan roti.
Akan konteks sesudah dialog Elihu
Ayat ini muncul dalam bagian percakapan antara Yakubus dan temannya dalam kitab Ayub, di mana Elifaz, Elihu, dan Zofar menuduh Ayub karena dianggap berbuat jahat. Ayub 22 lebih dekat pada dialog Elifaz yang menyoroti perlunya pertobatan dan kebenaran rohani. Ayub mengajukan pertanyaan retoris tentang tanggung jawab iman dalam menghadapi penderitaan, dan ayat ini menyoroti ketidakadilan yang dirasakan mereka yang lelah dan kelaparannya tanpa mendapat pertolongan dari Tuhan atau umat beriman.
Apa yang diajarkan teks ini tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan tema kepekaan sosial dalam iman Israel: perintah untuk memperhatikan sesama yang lelah dan lapar adalah wujud ketaatan kepada Allah. Ketidakpedulian terhadap kebutuhan dasar sesama dipandang sebagai pelanggaran terhadap hukum Tuhan. Allah bekerja melalui manusia yang peduli; iman yang sejati menuntun pada tindakan perawatan bagi yang membutuhkan. Dalam konteks Ayub, ayat ini juga menguji sikap benar terhadap penderitaan: seruan agar tetap menyatakan keadilan dan kasih meskipun manusia tidak memahami sebabnya.
Unsur kata dan gambaran penting
Kata-kata seperti “lelah,” “minum,” “berlapar,” dan “menahan roti” menekankan kebutuhan dasar manusia. Ketidakmampuan memberi minum atau roti kepada yang lelah adalah gambaran ketidakpedulian yang bisa terjadi di antara umat percaya. Gambaran ini menantang pembaca untuk melihat hal-hal kecil yang membedakan iman yang hidup dari formalitas semata.
Cross-references singkat
Pemahaman silang ini menegaskan bahwa kasih praktis terhadap sesama adalah bagian integral dari hubungan dengan Allah, bukannya sekadar aspek rohani privat.
Penafsiran praktis untuk masa kini
Ayat ini mengingatkan Gereja dan individu untuk peka terhadap kebutuhan fisik sesama: memberi makan, air bersih, dan bantuan bagi yang kelelahan. Dalam konteks sosial kita, tindakan kecil seperti berbagi makanan, donasi bagi tunawisma, atau pendampingan bagi yang rentan adalah bagian dari iman yang hidup. Iman tanpa perbuatan kasih kepada sesama dianggap tidak lengkap. Namun, penekanan pada perjuangan pribadi Ayub juga mengajak kita untuk tidak menghakimi penderitaan orang lain; kita diajak mempraktikkan empati dan dukungan yang nyata sambil berdoa dan mempercanggih pengertian rohani kita.
Ringkasan pendek
Ayub 22:7 mengingatkan bahwa kasih Allah menuntut kepekaan praktis terhadap kebutuhan dasar sesama. Allah hadir di antara mereka yang memberi minum dan roti kepada yang lelah, dan iman yang hidup menuntun pada tindakan kasih yang konkret di tengah pergumulan hidup.
Quotations from public-domain commentaries (Matthew Henry, Albert Barnes, Adam Clarke) are used sparingly and within context; exact short phrases are quoted where available.