Yeremia 46:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Bahwa sesungguhnya hari ini bagi Tuhan, yaitu bagi Tuhan serwa sekalian alam, suatu hari pembalasan, akan menuntut bela kepada seteru-Nya. Maka sebab itu pedang akan makan sampai kenyang-kenyang dan menjadi mabuk dari pada darah mereka itu! Bahkan, adalah bagi Tuhan, yaitu bagi Tuhan serwa sekalian alam, suatu korban sembelihan di benua utara, di tepi sungai Ferat.

Ayat sebelumnya
« Yeremia 46:9
Ayat berikutnya
Yeremia 46:11 »

Yeremia 46:10 Tafsiran ayat Alkitab

Makna Ayat (Yeremia 46:10, versi IDN)

Ayat ini menegaskan bahwa pada akhirnya hari pembalasan datang bagi mereka yang menentang Tuhan. Tuhan serba berkuasa memegang arah sejarah, dan pembalasan terhadap musuh-Nya menandai kepastian keadilan-Nya. Di tengah janji lain tentang penghiburan bagi umat-Nya, teks ini menegaskan bahwa kekuatan jahat tidak akan lepas tanpa hukuman, bahkan menyiratkan kekerasan simbolis terhadap para penentang Allah.

Latar belakang kontekstual

Yeremia 46 berhubungan dengan nubuat terhadap bangsa-bangsa di sekeliling Israel, khususnya Mesir. Ayat ini menyinggung “hari pembalasan” Tuhan dan perlambangan bahwa pedang akan menumpuk darah musuh, serta suatu korban sembelihan di utara, di tepi sungai Ferat. Tetap penting untuk membaca bagian ini dalam kerangka sumpah Allah atas bangsa-bangsa yang menentang-Nya, bukan sebagai ajaran untuk kekerasan manusia secara pribadi, melainkan penggenapan keadilan ilahi atas penentangan sistemik terhadap kehendak-Nya.

Observasi-interpretasi utama

  • Hari pembalasan sebagai realitas teologis: Ayat ini menegaskan bahwa Allah menjaga keadilan, dan kebenaran-Nya menuntut respons terhadap penentangan-Nya.
  • Gambaran simbolik pedang dan darah: Secara sastra, metafora perang menggambarkan pertentangan napas dunia terhadap Tuhan; hal ini dipakai untuk menunjukkan kekuatan yang menentang rencana Ilahi akan menerima konsekuensi.
  • Khususnya di utara sungai Ferat: Lokasi simbolis ini menandai acara peperangan historis pada masa nubuat, namun maknanya bisa diterjemahkan sebagai bagian dari pola Allah yang menginginkan pemantapan hak-Nya atas semua bangsa.

Pandangan dari penafsir berbahasa Inggris bersejarah (ringkas)

Beberapa penafsir klasik menyoroti bahwa ayat ini menekankan kedaulatan Allah dalam mengadili musuh-musuh-Nya, dengan bahasa kuat untuk menimbulkan ketakjuban akan keadilan-Nya. Mereka melihat fokus pada penyataan bahwa taruhannya adalah kebenaran moral Allah, bukan sekadar tindakan militer, dan bahwa Allah memang menuntut pertanggungjawaban atas penentangan-Nya.

Ayat silang yang relevan

  • Yeremia 25:31: “Kepada-Nya itu akan tiba hari penghakiman.” Menegaskan tema pembalasan ilahi atas penentangan terhadap Tuhan.
  • Yesaya 34:1-2: Kemenangan Allah atas bangsa-bangsa melalui keadilan-Nya. Menarik garis tema penghakiman sebagai tata kosmik Tuhan.
  • Mazmur 2:9: Gambaran bagaimana Tuhan mengarahkan kekuatan untuk menundukkan para penentang-Nya; memperlihatkan kehendak-Nya yang tegas dalam mengatur nasib bangsa-bangsa.

Hubungan-hubungan ini membantu pembaca memahami bahwa pembalasan di Yeremia bukan semata kekerasan literal, melainkan penyataan bahwa kekuasaan Tuhan meliputi seluruh sejarah manusia dan menuntut respons manusia terhadap kehendak-Nya.

Konteks praktis yang relevan

  • Iman menegaskan bahwa Allah berdaulat atas segala rencana manusia; hidup dengan sadar terhadap moralitas ilahi mendorong sikap taat dan kasih kepada sesama.
  • Dalam menghadapi ancaman dan ketidakadilan, umat percaya dipanggil mengingat keadilan Allah yang akhirnya menegakkan kebenaran, bukan memihak pada kekerasan manusia melainkan mengandalkan integritas hidup di hadapan Tuhan.

Titik inti dan pengajaran praktis

Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak membiarkan kejahatan berjalan lama tanpa pertanggungjawaban. Pembacaan yang sehat mengajak umat untuk hidup dengan takut akan Tuhan, menjaga keadilan, serta percaya bahwa pada akhirnya Tuhan akan menegakkan kebenaran-Nya dengan cara-Nya sendiri. Kita diajak berpegang pada martabat hidup di hadapan-Nya dan menyaksikan kasih-Nya yang benar melalui tindakan kasih kepada sesama.

Cuplikan rujukan penafsir berbahasa Inggris (singkat)

Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa ayat ini menegaskan keadilan ilahi, sekaligus memperingatkan terhadap penentangan terhadap Tuhan. Mereka menekankan bahwa bahasa keras ini menggambarkan realitas spiritual yang melampaui perang fisik, yaitu perlunya ketaatan kepada rencana Allah.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Yeremia 46:10 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yoel 1:15 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Yoel 1:15 (IDN) »
Wah, bagaimana hari itu! niscaya hari Tuhan adalah hampir; maka datanglah ia seperti suatu kebinasaan dari pada pihak Yang Mahakuasa!

Ulangan 32:42 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Ulangan 32:42 (IDN) »
Pada masa itu Aku memabuki anak panah-Ku dengan darah dan pedang-Ku akan makan daging: dari pada darah orang yang dibunuh dan dari pada orang tawanan, dari pada batu kepala raja-raja musuh itu.

Yeremia 46:6 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Yeremia 46:6 (IDN) »
Orang yang pantas janganlah lari berlepas dirinya, dan orang yang perkasapun jangan luput! pada sebelah utara di tepi sungai Ferat mereka itu sudah tergelincuh lalu rebah jatuh.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab