Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Yeremia 1 Yeremia 2 Yeremia 3 Yeremia 4 Yeremia 5 Yeremia 6 Yeremia 7 Yeremia 8 Yeremia 9 Yeremia 10 Yeremia 11 Yeremia 12 Yeremia 13 Yeremia 14 Yeremia 15 Yeremia 16 Yeremia 17 Yeremia 18 Yeremia 19 Yeremia 20 Yeremia 21 Yeremia 22 Yeremia 23 Yeremia 24 Yeremia 25 Yeremia 26 Yeremia 27 Yeremia 28 Yeremia 29 Yeremia 30 Yeremia 31 Yeremia 32 Yeremia 33 Yeremia 34 Yeremia 35 Yeremia 36 Yeremia 37 Yeremia 38 Yeremia 39 Yeremia 40 Yeremia 41 Yeremia 42 Yeremia 43 Yeremia 44 Yeremia 45 Yeremia 46 Yeremia 47 Yeremia 48 Yeremia 49 Yeremia 50 Yeremia 51 Yeremia 52



Yeremia 21:12 (IDN) - Ringkasan dan Renungan
Dalam konteks Yeremia 21, umat Yehuda berada di bawah ancaman penaklukan Babel. Nabi Yeremia menubuhkan pesan Tuhan kepada istana Daud: hukum yang adil harus ditegakkan pada pagi hari, dan orang yang disamun dibebaskan dari tangan orang penganiaya. Pesan ini menyoroti keadilan sosial sebagai bagian penting dari perwujudan kesetiaan kepada Tuhan. Ketidakadilan dan kekejaman di antara bangsawan serta aparat pemerintahan berakibat pada murka Tuhan yang digambarkan seperti api yang tidak bisa dipadamkan. Ayat ini menuntun pembaca untuk melihat bahwa respons ekonomi, hukum, dan keadilan publik adalah bagian integral dari iman kepada Tuhan yang benar.
Gagasan utama
Inti ayat ini adalah panggilan untuk menegakkan keadilan dengan adil pada waktu pagi hari, terutama untuk membebaskan orang yang disamun. Allah menuntut integritas hukum di pemerintahan, agar kejahatan terhadap sesama tidak dibiarkan menumpuk dan memicu murka-Nya. Ketidakadilan dianggap sebagai pelanggaran serius yang mengikis kedudukan Allah di tengah komunitas.
Dua hingga tiga tema kunci
Rujukan terkait
Beberapa bagian lain menyinggung keadilan serta murka Tuhan terhadap ketidakadilan, misalnya:
Pemantapan teologi singkat
Ayat ini mengajak kita melihat bahwa iman kepada Tuhan bertransformasi dalam tindakan publik: menegakkan hukum dengan adil, mengasihi sesama, dan membela yang lemah. Ketidakadilan di antara pemimpin adalah ancaman bagi kesejahteraan komunitas serta imej Allah di antara umat-Nya. Meski konteks Yeremia adalah masa krisis, prinsipnya tetap relevan: keadilan sosial adalah buah nyata dari pertobatan dan pengabdian kepada Allah.
Renungan praktis
Bagaimana kita merespons ketidakadilan di sekitar kita hari ini? Berdoa untuk hikmat, menegakkan etika profesional yang jujur, serta berperilaku adil dalam transaksi harian—mulai dari lingkungan kerja hingga lingkungan tetangga—merupakan cara konkret mewujudkan pesan ini. Ketika kita membela yang lemah dan menolak segala bentuk penyamunan, kita ikut menyatakan domisili Allah di tengah dunia yang berbelit.
Penutup singkat
Yeremia 21:12 mengingatkan bahwa Tuhan melihat bagaimana hukum dijalankan dan bagaimana orang yang berkuasa bertindak terhadap yang lemah. Keadilan yang dijalankan di pagi hari adalah cerminan komitmen kita pada-Nya dan pada kasih yang menyelamatkan semua pihak.
Cuplikan dari penafsir lain (ringkas)
Pandangan para penafsir klasik menekankan bahwa keadilan publik adalah ukuran kesetiaan bangsa terhadap Tuhan. Mereka menyoroti risiko murka ilahi bila pemerintahan menempuh jalan kekerasan dan penindasan, serta pentingnya pembebasan bagi pihak yang terpaksa hidup dalam penindasan.