Yeremia 15:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Ya Tuhan! Engkau yang mengetahuinya; ingatlah kiranya akan daku, luputkanlah aku, dan balaslah perkaraku kepada segala orang yang mengusir aku! Jangan apalah aku dibantun sebab panjang sabar-Mu itu; perhatikanlah kiranya bahwa aku menanggung kecelaan sebab karena-Mu.

Ayat sebelumnya
« Yeremia 15:14
Ayat berikutnya
Yeremia 15:16 »

Yeremia 15:15 Tafsiran ayat Alkitab

Mengapa ayat ini penting

Yeremia 15:15 menampilkan doa seorang nabi yang menanggung penindasan karena panggilan ilahi. Ayat ini menegaskan bahwa iman menuntun orang percaya untuk meminta perlindungan Tuhan, bahkan ketika menghadapi kecaman dan pengucilan. Dalam konteks perpuluhan sesudahnya, Yeremia menyeberangi batas antara kejujuran iman dan tekanan dunia sekitar; ia tetap memohon Tuhan mengenang dirinya dan membalas keadilan atas perlakuan tidak adil terhadap dirinya.

Latar belakang asli teks

Pada masa Yeremia, umat Israel menghadapi ancaman penawanan dan penghapusan identitas rohani karena pembangkangan mereka terhadap Firman Tuhan. Yeremia sendiri dipanggil sebagai nabi yang membawa pesan teguran dan harapan. Dalam situasi pribadi yang berat—diperlakukan sebagai orang asing, dicerca, dan diabaikan—ia tetap menyatakan kebutuhan akan pembelaan ilahi. Ayat ini menunjukkan kombinasi antara kerinduan untuk mendapat keadilan dan kesetiaan yang tidak berubah kepada Tuhan meskipun situasi menekan.

Maksud pokok ayat

Inti pesan Yeremia 15:15 adalah: Tuhan mengetahui penderitaan hamba-Nya dan layak dimintai pertolongan. Doa ini memuat tiga unsur utama: (1) pengakuan bahwa Tuhan mengetahui keadaan pribadi pelayan-Nya; (2) permintaan perlindungan dari ancaman dan pengucilan; (3) permohonan agar keadilan Tuhan dilaksanakan terhadap mereka yang menentang pekerjaan Allah melalui nabi-Nya. Hal ini menegaskan bahwa ibadah sejati tidak lari dari kenyataan kesulitan, melainkan menyalurkan kepercayaan penuh kepada Allah yang adil.

  • Penebalan doa dalam kesesakasian. Doa Yeremia bukan retorika kosong, melainkan sumpah iman saat berada di bawah tekanan.
  • Kepercayaan pada keadilan Tuhan meski keadaan nampak sebaliknya. Tuhan tetap memegang peran sebagai pembalas dan pembela umat-Nya.
  • Pengakuan identitas nabi sebagai bagian dari umat pilihan yang mengalami penderitaan karena tugas ilahi.

Bagaimana kita menanggapi badai hidup sebagai murid Kristus hari ini? Lihatlah contoh Yeremia: berani mengangkat doa yang menzahirkan kerapuhan sekaligus keteguhan. Doa seperti ini tidak mengabaikan keadilan, melainkan menempatkan iman pada Allah yang memerintah sejarah. Kita diajak mengerti bahwa perlindungan ilahi tidak selalu berarti kebebasan dari cobaan, tetapi pemeliharaan batin ketika kita menanggung beban tugas panggilan-Nya.

Rujukan silang yang relevan

Beberapa ayat yang mempertajam tema doa dalam penindasan dan perlindungan Allah:

  • Yesaya 41:10 — Allah menyatakan kehadiran-Nya di tengah ketakutan dan menjanjikan perlindungan; ini menguatkan gagasan bahwa Tuhan mengetahui keadaan kita. (Penekanan: kehadiran ilahi memberi kedamaian meski ada ancaman.)
  • Roma 12:12 — seruan untuk berdoa, bersukacita dalam pengharapan, sabar dalam kesesakan, tekun dalam doa. (Menarik hubungan antara penderitaan dan doa yang berkelanjutan.)
  • Mazmur 31:18-19 — perlindungan Tuhan bagi orang yang setia, dan janji pembalasan terhadap mereka yang menindas orang benar. (Menekankan sisi pembalasan ilahi yang adil.)

Penjelasan singkat: Ayat-ayat ini saling melengkapi—mendudukkan doa sebagai respons iman, menegaskan bahwa Allah hadir dalam pergumulan, dan bahwa pemeliharaan-Nya adalah bagian dari karya pembenaran-Nya.

Dalam menghadapi pengucilan atau kecaman karena kebenaran Allah, kita dipanggil meniru keseimbangan Yeremia: berani menyatakan keadaan hati kepada Tuhan sambil tetap percaya bahwa Tuhan mengetahui kita dan akan menindak lanjuti perkara kita. Doa yang lahir dari situasi sulit tidak meniadakan ketaatan, melainkan memperdalam pengharapan akan balasan-Nya yang adil.

Kutipan singkat dari karya para komentator publik domain yang relevan (jika ada):

“Doa yang lahir dari kedalaman penindasan adalah doa yang paling menguatkan.”

“Keberanian Nabi Yeremia tidak meniadakan kelemahan manusia, melainkan menempatkannya di bawah kemuliaan Tuhan.”

Penutup doa: Ya Tuhan, Engkau yang mengetahui, ingatlah akan daku dan balaslah keadilan-Mu atas mereka yang mengusirku. Amin.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Yeremia 15:15 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 69:7 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Mazmur 69:7 (IDN) »
(69-8) Sebab dari karena-Mu juga aku menanggung kecelaan, dan malu telah menudungi mukaku.

Yeremia 12:3 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Yeremia 12:3 (IDN) »
Tetapi Engkau, ya Tuhan! mengenal aku, Engkau melihat aku dan mencoba hatiku, bahwa ia itu berpaut kepada-Mu. Halaukanlah mereka itu seperti kambing akan dibantai dan asingkanlah mereka itu bagi hari mereka itu dibunuh.

Nehemia 13:22 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Nehemia 13:22 (IDN) »
Arakian, maka kusuruh segala orang Lewi memeliharakan dirinya dengan suci dan setengah mereka itu kusuruh datang menunggui segala pintu gerbang, supaya sabat itu boleh disucikan. Ya Allahku! ingatlah kiranya akan daku sebab perkara inipun, dan ampunilah kiranya aku sekadar kebesaran kemurahan-Mu!

IDN Pilih kitab dalam Alkitab