Yeremia 14:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Orang besar-besarnya menyuruhkan orangnya hina dina mencahari air, setelah sampai kepada perigi tiada didapatinya akan air di dalamnya; mereka itu datang kembali dengan hampa segala bejananya; mereka itu malu sampai bera mukanya, diselubungkannya kepalanya.

Ayat sebelumnya
« Yeremia 14:2
Ayat berikutnya
Yeremia 14:4 »

Yeremia 14:3 Tafsiran ayat Alkitab

Yeremia 14:3 — Setting dan Makna Tematik

Ayat ini menggambarkan situasi krisis air di periode Yeremia, ketika bangsa mengandalkan sumber-sumber air yang mereka sebut penting namun ternyata tidak tersedia. Orang-orang yang berkuasa mengutus pelayan-pelayan untuk menggali air, tetapi sampai di sumur tidak ditemukan air sama sekali. Mereka pulang dengan tangan hampa, malu, dan wajahdirahasiakan; kepalanya ditundukkan sebagai tanda keputusasaan dan kehinaan.

Apa yang diungkapkan teks tentang Allah dan iman

Teks ini menegaskan bahwa Allah mengizinkan kekurangan materi sebagai bagian dari teguran kepada Israel karena ketidaktaatan mereka. Kehidupan yang berpusat pada keandalan sumber-sumber manusia—air fisik, perlindungan politis, maupun ritual-ritual kosong—tidak dapat memberi hidup yang sesungguhnya jika iman mereka telah berpaling dari Tuhan. Dalam konteks Yeremia, kekeringan nyata menjadi gambaran kekeringan rohani jika bangsa tidak kembali kepada perjanjian-Nya.

Kata-kata kunci dan gambaran penting

  • orang besar-besarnya menyuruhkan orangnya hina dina — otoritas yang seharusnya menyediakan hidup menjerumuskan orang kecil ke dalam pekerjaan yang sia-sia; gambaran keadaan sosial yang tidak adil.
  • mencahari air — usaha mencari air yang sangat diperlukan, namun hasilnya nihil; menandai ketergantungan pada sumber yang rapuh.
  • perigi tiada didapatinya akan air — sumur kosong sebagai simbol keputusasaan akibat kemunafikan, pengabaian tanggung jawab, atau penghayatan yang tidak berakar pada Tuhan.
  • mereka itu malu sampai bera muka — kehinaan publik karena kegagalan, menunjukkan bahwa kepercayaan pada kekuatan manusia telah runtuh.

Cross-references singkat

  • Yesaya 44:3–4 — Allah menjanjikan limpahnya air rohani bagi umat yang memurnikan hidup di hadapan-Nya; mengaitkan keinginan batin dengan pemeliharaan ilahi.
  • Mazmur 42:2 — kerinduan manusia kepada Allah seperti deer yang haus; menunjukkan bahwa hidup sejati hanya ditemukan pada komunikasiyang dekat dengan Tuhan.
  • Lukas 11:9–10 — ajakan untuk meminta, mencari, dan mengetuk; menekankan bahwa sumber daya manusia yang kita andalkan tidak cukup tanpa kasih karunia Allah.

Intinya, ayat ini menekankan bahwa kegagalan manusia menyelesaikan kebutuhan dasar bukan hanya soal fisik, tetapi juga teguran rohani: umat telah kehilangan kepercayaan pada Tuhan sebagai sumber hidup. Allah mengizinkan kekeringan untuk menyingkapkan ketergantungan yang sesungguhnya.

Penjelasan kata kunci alat bantu tafsir dari tokoh terdahulu

Rujukan singkat dari karya klasik sering menyinggung kemunafikan budaya ritual tanpa iman hidup. Pengintian terhadap kenyataan sosial—pekerjaan besar untuk orang kecil—menggambarkan distribusi keadilan yang tidak merata ketika bangsa menolak arah Tuhan. Pengajaran ini sejalan dengan pandangan para komentator publik domain, yang menekankan bahwa kekeringan bisa menjadi langkah pembaruan rohani jika mendorong umat kembali kepada Allah.

Aplikasi relevan bagi zaman sekarang

- Menguji sumber daya yang kita andalkan: Apakah kita menjadi terlalu berpegang pada kekayaan materi, teknologi, atau kekuatan manusia hingga melupakan Tuhan?

- Menindaklanjuti keadilan sosial: Ketika otoritas tidak adil, bagaimana iman menuntun tindakan yang adil, menjaga orang lemah, dan mengarahkan pada penyembuhan rohani?

- Menemukan hidup dalam Tuhan: Seperti kehausan manusia untuk air, kita dipanggil untuk mencintai Tuhan dengan sepenuh hati, karena hanya Dia yang memberi hidup kekal.

Aku yang disalin dari pendapat para komentator terkenal

Beberapa potongan penafsiran yang relevan menekankan bahwa wabah kekeringan menjadi alat Tuhan untuk menyingkap ketergantungan pada kekuatan manusia. Dalam pandangan ini, ayat Yeremia 14:3 menyiratkan seruan untuk bertobat dan kembali kepada perjanjian dengan Allah agar hidup tidak lagi kering di hadapan-Nya.

Catatan kutipan langsung yang tersedia: jika ada bagian ringkas dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang relevan, akan dicantumkan secara singkat berikut konteksnya.

Penutup: Ayat ini mengajak pembaca untuk menilai kembali sumber hidup—apakah kita menaruh harap pada apa yang bisa kita lihat dan rasakan di dunia ini, atau pada Tuhan yang menyediakan air hidup bagi jiwa yang haus?

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Yeremia 14:3 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Samuel 15:30 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
2 Samuel 15:30 (IDN) »
Maka naiklah Daud dari pada curam tempat pohon-pohon zait, sambil mendaki sambil menangis, dengan berselubung kepalanya dan bagindapun berjalan dengan telanjang kakinya, maka segala orang yang sertanya itupun berselubung kepala dan berjalan, sambil mendaki sambil menangis.

Mazmur 40:14 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Mazmur 40:14 (IDN) »
(40-15) Biarlah mendapat malu dan kena arang di muka segala orang yang menuntut jiwaku hendak membinasakan dia; biarlah mereka itu undur dan mendapat malu yang suka akan jahatku.

2 Raja-raja 18:31 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
2 Raja-raja 18:31 (IDN) »
Jangan kamu dengar akan kata Hizkia itu, karena demikian inilah titah raja benua Asyur: Berbicaralah kamu dengan aku sambil membawa persembahan; hendaklah kamu keluar mendapatkan aku, supaya kamu makan masing-masing dari pada pokok anggurnya dan masing-masing dari pada pokok aranya, dan kamu minum air, masing-masing dari dalam periginya,

IDN Pilih kitab dalam Alkitab