Yeremia 10:21 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Karena segala gembala itu tiada berakal budi, tiada dicaharinya Tuhan, sebab itu bodoh kelakuannya, dicerai-beraikannya segala kawan dombanya.

Ayat sebelumnya
« Yeremia 10:20
Ayat berikutnya
Yeremia 10:22 »

Yeremia 10:21 Tafsiran ayat Alkitab

Yeremia 10:21 (IDN)

Gembala-gembala umat Tuhan di Yeremia 10:21 digambarkan sebagai tidak berakal budi, bukan karena kekurangan keuangan atau jabatan semata, melainkan karena mereka tidak mendengar Tuhan dan tidak menjaga kawanan sesuai kehendak-Nya. Akibatnya, kepemimpinan mereka berujung pada kebingungan dan kehancuran bagi umat Allah. Ayat ini menekankan pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan hikmat ilahi dan takut Tuhan.

Titik tekan ayat dalam konteks pasal

Dalam Yeremia 10 secara keseluruhan, Allah menegur penyembahan berhala dan kebiasaan umat yang mengandalkan praktik-praktik manusia daripada ketaatan kepada-Nya. Ayat 21 menyoroti para gembala rohani yang seharusnya membimbing umat menuju kebenaran, tetapi justru menyesatkan karena tidak berfiikir tajam di hadapan Tuhan. Mereka tidak mencerminkan karakter Tuhan dalam kepemimpinan mereka, sehingga kawanan berpecah dan kehilangan arah.

Sesi pemikiran utama

Inti pesan ayat ini ialah perlunya kepemimpinan yang berakal dan berintegritas. Tanpa hikmat dari Tuhan, pimpinan kehilangan arah, tidak dapat menenangkan suara kunci rohani umat, dan akhirnya umat kehilangan perlindungan ilahi. Ayat ini mengingatkan bahwa gembala yang benar bertugas memelihara, membimbing, dan mengoreksi dengan kasih, demi keselamatan domba-domba Tuhan.

Pertimbangan sepintas dengan bagian lain

  • Hubungan dengan Yeremia 23:1-4–perlunya gembala yang memelihara domba dengan benar, serta janji Allah untuk menuntun umat melalui gembala yang setia.
  • 1 Petrus 5:2-3–pemimpin gereja diminta untuk menggembalakan kawanan dengan ketekunan, kerendahan hati, dan teladan Kristus, bukan untuk kepentingan pribadi.
  • Matius 9:36–Yesus berdiri melihat banyak orang yang tergoncang karena kebutuhan rohani; pemimpin yang berbelas kasih menjadi teladan bagi umat yang lapar rohani.

Pelajaran rohani utama

Para gembala sejati perlu takut akan Tuhan, mendengar suara-Nya, dan memelihara umat-Nya dengan integritas. Pemimpin rohani yang "berakal" menilai keadaan rohani kawanan, menghindari pengaruh kuasa yang menyesatkan, dan menuntun menuju hormat kepada Tuhan. Ketidakberesan para gembala menimbulkan keraguan, kebingungan, dan bahaya bagi iman jemaat.

Penafsiran historis dan praktis

Secara historis, jeritan Nabi Yeremia menyoroti kegagalan pemimpin Israel yang menolak Allah dan mengikuti tradisi palsu. Secara praktis, pesan ini relevan bagi gereja masa kini: pimpinan perlu menjaga ketaatan pribadi kepada Tuhan, serta melayani dengan hikmat yang berasal dari firman-Nya. Gembala yang berfiar menolak diri sendiri untuk keuntungan pribadi, menempatkan kepentingan domba di atas ambisi pribadi.

Referensi silang yang relevan

  • Yeremia 23:1-4 — teladan gembala yang menjaga kawanan dengan kehendak Tuhan dan janji pemulihan bagi umat-Nya.
  • 1 Petrus 5:2-3 — dorongan bagi pemimpin gereja untuk menggembalakan dengan kerendahan hati dan contoh yang memimpin jemaat kepada ketaatan Kristus.
  • Matius 9:36 — belas kasih dan kepedulian Yesus terhadap manusia yang tercerai-berai; pemimpin rohani diajak meneladani sifat pengasih-Nya.

Catatan singkat tentang sumber pustaka (quoter)

Dalam penyusunan ini, elemen kunci diambil secara umum dari tafsiran klasik, dengan menyebut arah pandang Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke jika relevan. Perhatikan bahwa kutipan langsung yang spesifik akan dicantumkan hanya jika ada dalam teks sumber publik domain yang diacu secara eksplisit.

Aplikasi praktis bagi pembaca

  • Memeriksa kepemimpinan gereja atau komunitas rohani: apakah pimpinan mendengar Tuhan, dan bagaimana mereka membimbing jemaat?
  • Menumbuhkan pengenalan diri terhadap hikmat ilahi melalui doa, studi firman, dan ketaatan.
  • Mengutamakan kebaikan domba di atas kepentingan pribadi ketika terlibat dalam pelayanan.

Ringkasan

Yeremia 10:21 menegaskan prinsip bahwa kepemimpinan rohani yang tidak berakar pada hikmat Tuhan akan menelantarkan kawanan dan menimbulkan kebingungan. Perhatikan panggilan untuk memimpin dengan takut Tuhan, memelihara dengan kasih, dan menuntun umat menuju kebenaran, agar kawanan tidak tercerai-berai oleh kepemimpinan yang sesat.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Yeremia 10:21 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yehezkiel 34:2 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Yehezkiel 34:2 (IDN) »
Hai anak Adam! hendaklah engkau bernubuat akan hal gembala-gembala Israel; bernubuatlah dan katakanlah kepada gembala-gembala itu: Demikianlah firman Tuhan Hua: Wai bagi segala gembala Israel yang menggembalakan dirinya! Bukankah patut orang gembala itu menggembalakan kambing-kambingnya?

Yeremia 12:10 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Yeremia 12:10 (IDN) »
Bahwa beberapa berapa orang gembala sudah merusakkan kebun anggur-Ku, dan dipijak-pijaknya perhumaan-Ku, dan bendang-Ku yang kekasih itu dijadikannya hutan rimba.

Yeremia 23:1 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Yeremia 23:1 (IDN) »
Wai bagi segala gembala yang menyesatkan dan mencerai-beraikan segala domba tanah-Ku; demikianlah firman Tuhan.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab