Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYakobus 4:6 Tafsiran ayat Alkitab
Yakobus 4:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi Ia mengaruniakan anugerah yang lebih banyak. Maka itulah sebabnya kata nas Alkitab: Allah melawan orang sombong, tetapi Ia mengaruniakan anugerah kepada orang yang rendah hati.
Yakobus 4:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yakobus 4:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Matius 23:12 (IDN) »
Barangsiapa yang meninggikan dirinya, ia itu akan direndahkan; dan barangsiapa yang merendahkan dirinya, ia itu akan ditinggikan.

Amsal 3:34 (IDN) »
Adapun orang pengolok-olok itu, niscaya Tuhan akan mengolok-olokkan dia kelak; tetapi akan orang yang lembut hatinya ditunjuk-Nya rahmat.

1 Petrus 5:5 (IDN) »
Sebagai lagi, hai kamu orang muda, hendaklah kamu tunduk kepada ketua-ketua itu, dan hendaklah kamu sekalian dengan hati yang rendah bertolong-tolongan sama sendirimu; karena Allah melawan orang sombong, tetapi Ia mengaruniakan anugerah kepada orang yang rendah hati.
Yakobus 4:6 – Anugerah Allah kepada yang rendah hati
Pokok interpretasi di sini: Allah menolak kesombongan, tetapi memberi anugerah kepada orang yang rendah hati. Ayat ini menegaskan pola kasihan-Nya yang dinyatakan melalui anugerah: ketika umat Tuhan menempuh hidup dalam kerendahan hati dan ketergantungan pada-Nya, Allah mengaruniakan lebih banyak anugerah-Nya untuk memampukan mereka hidup kudus dan taat.
Ketika dunia mengutamakan gengsi, Allah mengutamakan kerendahan hati
Dalam konteks surat Yakobus, banyak pembicaraan tentang perselisihan dan konflik di antara komunitas berangkat dari keangkuhan manusia. Ayat ini menegaskan bahwa sifat angkuh bertentangan dengan rencana Allah, karena “Allah melawan orang sombong.” Namun, bagi mereka yang turun dari keakuannya dan mengarahkan hidup kepada Tuhan, Allah dengan bebas memberikan anugerah yang melimpah. Anugerah di sini meliputi kekuatan untuk taat, hikmat dalam memilih jalan, serta kasih karunia-Nya yang membangun karakter rohani.
Garis besar konteks sastra dan alur teologi
- Latar: Perubahan pola hidup sejak panggilan untuk hidup saleh menuntut umat percaya membuang sikap sombong yang memicu perpecahan.
- Pokok ajaran: Anugerah Allah tidak bersifat pasif; Allah secara aktif bekerja memberi kekuatan melalui Roh Kudus bagi mereka yang rendah hati. Kerendahan hati terbukti dalam ketergantungan pada Allah, bukan pada penilaian manusia.
- Implikasi praktis: Hubungan antarpesan damai, keadilan sosial, dan kedewasaan spiritual tumbuh dari kerendahan hati yang menolak keakuan diri.
Signifikansi teologis
Ayat ini menekankan pola keselamatan dan pemulihan: Tuhan menolak kesombongan manusia, tetapi memberi anugerah bagi mereka yang menempatkan diri di bawah kendali-Nya. Ini menegaskan bahwa anugerah Allah lebih dimensi daripada keselamatan kalkulatif; ia mencakup pembaharuan karakter, kemampuan mengasihi sesama, dan hamba yang sengaja menaati-Nya.
Cross-references (hubungan dengan ayat lain)
Penjelasan singkat: Ketiga rujukan tersebut menggarisbawahi bahwa anugerah Allah beroperasi melalui kerendahan hati manusia, menuntun pada hubungan yang lebih harmonis dengan Tuhan dan sesama.
Pertanyaan refleksi
Kesimpulan singkat
Yakobus 4:6 menegaskan bahwa kehadiran anugerah Allah bersandar pada kerendahan hati umat-Nya. Ketika kita menolak kesombongan dan menempatkan diri dalam ketergantungan kepada Tuhan, kita mengalami limpahan kasih karunia-Nya yang memperbaharui hidup, mempererat persaudaraan, dan memampukan kita hidup seturut panggilan-Nya.
Quotations from classic commentators (kasar bahasa Indonesia): Dalam pembacaan klasik, Matthew Henry menekankan bahwa anugerah Allah selalu berlimpah bagi yang menundukkan diri di hadapan-Nya; Albert Barnes menyoroti bahwa kebijaksanaan rohani datang melalui kerendahan hati yang menolak gengsi dunia; Adam Clarke menekankan bahwa sifat rendah hati membuka pintu bagi karya Roh Kudus untuk bekerja secara nyata dalam kehidupan umat percaya. Frasa terkait: “Allah melawan orang sombong, tetapi Ia mengaruniakan anugerah kepada orang yang rendah hati.”