Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHosea 3:5 Tafsiran ayat Alkitab
Hosea 3:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Kemudian dari pada itu bani Israel akan bertobat dan mencahari Tuhan, Allahnya, dan Daud, rajanya, dan mereka itu akan datang dengan gemetar kepada Tuhan dan kepada kemurahan-Nyapun pada akhir zaman.
Hosea 3:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Hosea 3:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yeremia 50:4 (IDN) »
Maka pada hari itu dan pada masa itu, demikianlah firman Tuhan, akan datang segala bani Israel serta dengan segala bani Yehudapun bersama-sama, sambil berjalan sambil menangis, hendak mencahari Tuhan, Allahnya.

Yeremia 30:9 (IDN) »
melainkan mereka itu akan memperhambakan dirinya kepada Tuhan, Allahnya, dan kepada Daud, rajanya, yang Kubangkitkan bagi mereka itu kelak.

Yesaya 2:2 (IDN) »
Maka akan jadi pada hari yang terkemudian bahwa bukit kaabah Tuhan ditetapkan di atas kemuncak segala gunung dan ditinggikan terlebih dari pada segala bukit, maka segala bangsapun akan berkerumun kepadanya.
Hosea 3:5 (IDN) — Setting, makna, dan aplikasi masa kini
Ayat ini menempati bagian akhir pasal 3 Hosea yang menyingkap rencana Allah terhadap umat Israel yang berulang kali menyeleweng. Setelah mengungkapkan kekecewaan Allah karena perjanjian Hosea dengan Gomer, nabi memaparkan pemulihan yang akan terjadi ketika umat kembali kepada Tuhan. Ayat ini menegaskan bahwa pertobatan sejati melibatkan pencarian Tuhan secara sungguh-sungguh dan penerimaan belas kasihan-Nya di masa kini maupun di masa depan.
Yang dirinci teks mengenai Tuhan dan iman
Ayah penguatan utama dalam pasal ini adalah pemulihan hubungan antara Israel dan Tuhan. Allah tidak menyerahkan umat-Nya begitu saja; sebaliknya, Dia menyiapkan jalan bagi mereka untuk kembali dengan rendah hati. Frasa “mencahari Tuhan, Allahnya, dan Daud, rajanya” menekankan tiga elemen kunci: (1) pencarian langsung kepada Allah, (2) penerimaan identitas sebagai umat yang berhubungan dengan-Nya, dan (3) pengakuan atas otoritas Daud sebagai simbol kepemimpinan ilahi yang memulihkan. Ketika mereka datang, mereka datang dengan “gemetar”—kerendahan hati yang lahir dari pengakuan akan kasih dan keadilan-Nya, bukan kerelaan untuk sekadar meniru ritual lama.
Istilah penting dan gambaran ajarannya
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Ayat ini sejalan dengan janji-janji pemulihan yang datang setelah masa penyesalan. Secara lintas kasih, kita melihat gagasan serupa di ayat-ayat berikut:
Catatan para penafsir klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menegaskan bahwa pertobatan yang diungkap di Hosea 3:5 adalah gerakan kembali ke pusat iman kepada Allah, dengan rendah hati memperbaharui ikatan perjanjian dan mengakui otoritas-Nya.
Pengarahan makna praktis untuk masa kini
Dalam konteks gereja dan kehidupan iman, ayat ini mengajak kita melihat bahwa pertobatan sejati bukan sekadar mengubah perilaku luar, tetapi memulihkan relasi dengan Allah dan komitmen kepada-Nya secara pribadi dan komunitas. Perhatikan langkah-langkah berikut:
Rujukan silang singkat
Beberapa rujukan untuk menambah pemahaman:
Kesimpulan singkat
Hosea 3:5 menegaskan bahwa masa depan Israel akan ditandai pertobatan yang nyata: mencari Allah, mengakui otoritas-Nya melalui Daud, dan datang dengan kerendahan hati. Bagi kita hari ini, ajaran ini mengajak hidup dalam hubungan yang autentik dengan Allah—menerima belas kasihan-Nya dan tunduk pada pimpinan-Nya dalam semua aspek kehidupan.
Quotations from public-domain sources (if used):
“The heart of the revival is not in outward conformity, but in turning to God with the whole soul.” (paraphrase, dari pengajaran klasik para penafsir)