Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiGalatia 2:11 Tafsiran ayat Alkitab
Galatia 2:11 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi tatkala Kefas itu tiba di Antiokhia, lalu aku melawan dia di hadapan orang, sebab ia berdiri di atas yang salah.
Galatia 2:11 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Galatia 2:11 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Timotius 5:20 (IDN) »
Maka orang yang telah sabit dosanya, hendaklah engkau tempelak di hadapan orang sekalian, supaya orang lain itu berasa takut.

Galatia 2:14 (IDN) »
Tetapi apabila aku tampak bahwa kelakuan mereka itu tiada betul menurut kebenaran Injil, maka kukatakan kepada Kefas di hadapan orang sekalian, "Jikalau engkau, seorang Yahudi, hidup cara orang kafir dan bukan cara orang Yahudi, bagaimanakah engkau memaksa orang kafir itu hidup cara Yahudi?"

Kisah Para Rasul 15:1 (IDN) »
Maka tibalah beberapa orang dari Yudea, lalu mengajar saudara-saudara itu, katanya, "Jikalau tiada kamu disunatkan menurut adat Musa, tiada boleh kamu dapat selamat."
Galatia 2:11 (IDN) — Setting, Penegasan Iman, dan Aplikasi
Ayat ini muncul dalam konteks surat Paulus kepada jemaat di Galatia, ketika rasul itu menegur Kefas (Simon Petrus) di Antiokhia karena tindakan hipokritnya. Kisah ini menyoroti pertemuan antara hukum Taurat dan anugerah iman dalam kehidupan jemaat yang terdiri dari orang Yahudi dan non-Yahudi. Paulus menyatakan bahwa ia “melawan dia di hadapan orang” ketika Kefas bertindak tidak konsisten: berdamai dengan orang percaya non-Yahudi di hadapan mereka, lalu menarik diri ketika orang-orang Yahudi datang, sehingga ia meniadakan kebebasan yang telah dibawa Kristus dengan hukum-hukum manusia.
Apa yang teks ini ungkap tentang Allah, iman, dan kemerdekaan rohani
Inti teologisnya menekankan bahwa keselamatan dan pembenaran datang oleh iman kepada Kristus, bukan oleh ketaatan kepada hukum ceremonial. Ketegasan Paulus menempatkan iman di pusat hubungan dengan Allah, sehingga perilaku yang tidak konsisten menunjukkan bahaya “hipokrisi rohani” yang menyeimbangkan kasih karunia dengan tekanan hukum. Allah tidak mempelajari orang berdasarkan kepatuhan seremonial yang memihak, melainkan memperhatikan iman yang bekerja melalui kasih. Sebagai konsekuensi, hidup orang percaya seharusnya mencerminkan kebenaran Kristus secara konsisten di hadapan semua orang.
Kata kunci dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian-bagian lain dalam Alkitab
Hubungan iman dengan kebebasan rohani juga terlihat dalam Roma 3–4, dan Efesus 2, yang menegaskan pembenaran oleh iman tanpa pekerjaan hukum. Galatia 3 menekankan bahwa iman kepada Kristus adalah benih yang mempersatukan semua orang percaya dalam satu tubuh. Saling menjaga integritas iman ketika berinteraksi dengan sesama jemaat menjadi tema berulang.
Cuplikan pandangan tokoh teologi beraliran Alkitabiah (ringkas)
Para penafsir berpendapat bahwa pernyataan Paulus menyoroti pergeseran antara pola hukum dan anugerah. Dalam karya-karya klasik berbahasa Inggris, para komentator menekankan bahwa ketegasan Paulus menghindari segala bentuk “pembedaan kemerdekaan dalam Kristus” menjadi standar hidup jemaat. Mereka juga menekankan bahwa kekeliruan Kefas adalah contoh bahaya mengutamakan persetujuan manusia atas persetujuan Allah.
Cross-references dan hubungan singkat
Aplikasi praktis untuk hidup masa kini
Inti dari ayat ini adalah pemurnian motivasi iman di hadapan komunitas. Allah memanggil jemaat untuk hidup dalam kebebasan rohani yang tidak tergoyahkan oleh variasi pendapat manusia, tetapi diperbarui oleh kasih Kristus yang menyatukan semua orang percaya.
Kutipan singkat dari tokoh terkemuka (jika ada dalam terjemahan publik domain):
“Kefas berdiri di atas yang salah” — ringkas ungkapan Paulus menegaskan konsistensi iman di hadapan semua pihak.