Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Keluaran 1 Keluaran 2 Keluaran 3 Keluaran 4 Keluaran 5 Keluaran 6 Keluaran 7 Keluaran 8 Keluaran 9 Keluaran 10 Keluaran 11 Keluaran 12 Keluaran 13 Keluaran 14 Keluaran 15 Keluaran 16 Keluaran 17 Keluaran 18 Keluaran 19 Keluaran 20 Keluaran 21 Keluaran 22 Keluaran 23 Keluaran 24 Keluaran 25 Keluaran 26 Keluaran 27 Keluaran 28 Keluaran 29 Keluaran 30 Keluaran 31 Keluaran 32 Keluaran 33 Keluaran 34 Keluaran 35 Keluaran 36 Keluaran 37 Keluaran 38 Keluaran 39 Keluaran 40Verse
Keluaran 34:1 Keluaran 34:2 Keluaran 34:3 Keluaran 34:4 Keluaran 34:5 Keluaran 34:6 Keluaran 34:7 Keluaran 34:8 Keluaran 34:9 Keluaran 34:10 Keluaran 34:11 Keluaran 34:12 Keluaran 34:13 Keluaran 34:14 Keluaran 34:15 Keluaran 34:16 Keluaran 34:17 Keluaran 34:18 Keluaran 34:19 Keluaran 34:20 Keluaran 34:21 Keluaran 34:22 Keluaran 34:23 Keluaran 34:24 Keluaran 34:25 Keluaran 34:26 Keluaran 34:27 Keluaran 34:28 Keluaran 34:29 Keluaran 34:30 Keluaran 34:31 Keluaran 34:32 Keluaran 34:33 Keluaran 34:34 Keluaran 34:35



Keluaran 34:18 (IDN)
Tak akan jangan kamu memeliharakan hari raya roti fatir; tujuh hari lamanya hendaklah kamu makan roti fatir setuju dengan firman-Ku, pada masa yang tertentu dalam bulan Abib, karena dalam bulan Abib kamu telah keluar dari Mesir.
Setting segera teks
Pada bab 34, Allah kembali memperbaharui perjanjian-Nya dengan bangsa Israel setelah peristiwa penggandaan dua loh batu. Perintah ini menegaskan kembali merayakan Paska sebagai peringatan utama pembebasan dari Mesir, dengan fokus khusus pada festival roti tidak beragi selama tujuh hari. Masa perayaan ini dirawat sebagai kenyataan hidup bagi umat Allah yang baru, mengingat bahwa mereka keluar dengan kekuatan Allah dari perbudakan.
Apa yang diajarkan teks tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan ketaatan umat kepada firman Tuhan yang mewarnai identitas mereka sebagai umat pilihan. Perintah untuk merayakan Paska dan roti tidak beragi mengingatkan bahwa pembebasan adalah hasil karya Tuhan sendiri, bukan usaha manusia. Allah membimbing umat-Nya untuk mengingat pembebasan historis dengan cara yang hidup dan teratur, sehingga iman mereka tidak sekadar percaya, melainkan hidup dalam praktik ibadah yang berkesinambungan.
Penjelasan kata dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian lain dan lintasan interpretatif
- Hubungan dengan Paska di keluaran 12:—: festivity ini berakar pada pembebasan dari perbudakan, dan diulang sebagai pengingat identitas kolosal bangsa Israel. Cross-reference: Keluaran 12 menekankan pernujukan roti tidak beragi sebagai bagian dari peristiwa pembebasan.
- Implikasi perjanjian: Allah membangun tradisi ibadah agar umat mengingat inti keselamatan-Nya dan menghindarkan their kebiasaan yang berlebihan terkait ritual, menekankan kedalaman relasi dengan-Nya. Cross-reference: Ulangan 16:3 menekankan makna Paska sebagai ingatan akan keluarnya dari Mesir dan kebangkitan spirit umat.
- Persyaratan ketaatan: penetapan waktu dan pola perayaan menunjukkan integritas hukum Allah yang mengarahkan kehidupan komunitas menuju disiplin kudus.
Aplikasi bagi pembaca masa kini
Umat percaya dipanggil untuk menilai bagaimana pembebasan oleh Tuhan menjadi sumber identitas harian. Dalam konteks kekristenan, kita diajak melihat bagaimana pembebasan Kristus menggeser hidup kita dari belenggu dosa menuju kebenaran dan pembaruan, sehingga praktik ibadah kita tidak sekadar ritual, melainkan respons hidup terhadap kasih Allah. Peliharalah disiplin rohani yang konsisten—publik dan pribadi—sebagai tanda syukur atas karya keselamatan-Nya.
Cross-references singkat
Penekanan utama: perayaan roti tidak beragi dalam konteks pembebasan Allah menunjukkan bahwa iman sejati melahirkan praktik ibadah yang hidup dan teratur, mengingat karya penyelamatan-Nya yang tidak tergoyahkan.