Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Keluaran 1 Keluaran 2 Keluaran 3 Keluaran 4 Keluaran 5 Keluaran 6 Keluaran 7 Keluaran 8 Keluaran 9 Keluaran 10 Keluaran 11 Keluaran 12 Keluaran 13 Keluaran 14 Keluaran 15 Keluaran 16 Keluaran 17 Keluaran 18 Keluaran 19 Keluaran 20 Keluaran 21 Keluaran 22 Keluaran 23 Keluaran 24 Keluaran 25 Keluaran 26 Keluaran 27 Keluaran 28 Keluaran 29 Keluaran 30 Keluaran 31 Keluaran 32 Keluaran 33 Keluaran 34 Keluaran 35 Keluaran 36 Keluaran 37 Keluaran 38 Keluaran 39 Keluaran 40Verse
Keluaran 27:1 Keluaran 27:2 Keluaran 27:3 Keluaran 27:4 Keluaran 27:5 Keluaran 27:6 Keluaran 27:7 Keluaran 27:8 Keluaran 27:9 Keluaran 27:10 Keluaran 27:11 Keluaran 27:12 Keluaran 27:13 Keluaran 27:14 Keluaran 27:15 Keluaran 27:16 Keluaran 27:17 Keluaran 27:18 Keluaran 27:19 Keluaran 27:20 Keluaran 27:21


Keluaran 27:14 — Makna singkat terhadap pagar di pintu kemah suci
Makna ayat ini menegaskan ukuran pagar kemah suci bagian pintu masuk: pagar di sebelah sana terdiri dari lima belas hasta kain, dengan tiga batang tiang dan tiga kakinya. Intinya adalah menetapkan batas terendah dari kemah suci sebagai simbol pemisah antara tempat kudus dan dunia luar, sekaligus menunjukkan keteraturan dan perencanaan ilahi dalam ibadah umat Israel.
Latar konteks
Keluaran 27 membahas perintah Allah mengenai kemah pertemuan: struktur, pagar, pintu masuk, mezbah korban bakaran, dan perlengkapan lainnya. Pagar ini menandai batas area tempat umat bisa mendekat kepada kemah, terutama sebagai bagian dari ark keselamatan dan pelayanan puasa kurban. Spesifikasi ukuran dan bahan menekankan kesungguhan Allah dalam menyatakan kudusnya tempat pertemuan-Nya dengan umat-Nya.
Pemotongan interpretatif
Beberapa catatan penafsir klasik menekankan bahwa ukuran pagar mengiterasikan kerapian tata ibadah dan perlindungan terhadap ketidakpantasan. Ketiga tiang dan tiga tiang kaki menampilkan simetri yang mencerminkan keteraturan ritual. Secara simbolik, pagar juga menegaskan jarak yang sehat antara manusia berdosa dan kehadiran Allah yang kudus, sambil tetap memberi akses pada persembahan dan doa, sehingga umat dapat mendekat dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan.
Pandangan singkat dari penafsir terkenal
Matthew Henry menekankan bahwa bidang pagar menunjukkan pembatasan dan perlindungan Allah atas umat-Nya, agar mereka menghormati tempat kudus. Albert Barnes menambahkan gagasan bahwa ukuran dan bahan menunjukkan kemurnian ibadah yang diatur Allah. Adam Clarke menafsirkan bahwa bagian pagar adalah bagian dari keseluruhan desain kemah yang membentuk ruang kudus di antara umat dan hadirat Allah. (Catatan: kutipan ringkas tidak menampilkan potongan teks panjang di sini.)
Rujukan silang yang relevan
Pengamatan tematik singkat
Implikasi praktis
Aplikasi masa kini menegaskan pentingnya menjaga hati dan kehidupan kita dalam menjalankan ibadah kepada Tuhan dengan hormat, keteraturan, dan ketekunan; kita menjauhi kesan spontan tanpa tujuan rohani yang benar. Seperti pagar kemah, komitmen kita terhadap doa, pemujaan, dan pelayanan perlu disusun menurut pola iman yang jelas dan dimaksudkan untuk memuliakan Tuhan.