Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Keluaran 1 Keluaran 2 Keluaran 3 Keluaran 4 Keluaran 5 Keluaran 6 Keluaran 7 Keluaran 8 Keluaran 9 Keluaran 10 Keluaran 11 Keluaran 12 Keluaran 13 Keluaran 14 Keluaran 15 Keluaran 16 Keluaran 17 Keluaran 18 Keluaran 19 Keluaran 20 Keluaran 21 Keluaran 22 Keluaran 23 Keluaran 24 Keluaran 25 Keluaran 26 Keluaran 27 Keluaran 28 Keluaran 29 Keluaran 30 Keluaran 31 Keluaran 32 Keluaran 33 Keluaran 34 Keluaran 35 Keluaran 36 Keluaran 37 Keluaran 38 Keluaran 39 Keluaran 40Verse
Keluaran 15:1 Keluaran 15:2 Keluaran 15:3 Keluaran 15:4 Keluaran 15:5 Keluaran 15:6 Keluaran 15:7 Keluaran 15:8 Keluaran 15:9 Keluaran 15:10 Keluaran 15:11 Keluaran 15:12 Keluaran 15:13 Keluaran 15:14 Keluaran 15:15 Keluaran 15:16 Keluaran 15:17 Keluaran 15:18 Keluaran 15:19 Keluaran 15:20 Keluaran 15:21 Keluaran 15:22 Keluaran 15:23 Keluaran 15:24 Keluaran 15:25 Keluaran 15:26 Keluaran 15:27



Keluaran 15:26 (IDN) — Melihat Kesetiaan Allah dan Kewajiban Respons Iman
Keluaran 15:26 adalah bagian dari nyanyian suci umat Israel setelah Allah menyelamatkan mereka dari bahaya Mesir. Ayat ini memantapkan hubungan antara ketaatan kepada Tuhan dan perlindungan-Nya. Dalam konteks perjalanan di gurun, Tuhan memperkenalkan diri sebagai dokter dan pelindung bagi umat-Nya yang mendengar dan menuruti firman-Nya. Ayat ini mengandung janji positif: taat kepada hukum-Nya membawa pemulihan dan perlindungan daripada bala yang menimpa orang fasik.
Makna pokok ayat
Ayat ini menegaskan syarat dan manfaat: jika umat benar-benar mendengar firman Tuhan, berbuat baik, mendengarkan hukum-Nya, dan memelihara syariat-Nya, maka Tuhan tidak akan menimpakan balak apa pun pada mereka. Penggunaan ungkapan “Akulah Tuhan, tabibmu!” menegaskan bahwa Allah adalah penyembuh dan pembaruan bagi umat-Nya, bukan sekadar penguasa yang menuntut ketaatan saja.
Tema-tema utama
Pemantapan teologis dari tafsiran kuno
Beberapa penafsir berpendapat bahwa ayat ini mengaitkan kesehatan umat dengan kesetiaan mereka terhadap hukum Tuhan. Makna “tabib” di sini menyiratkan penyembuhan dari bahaya yang menimpa Mesir dan juga pemulihan berbagai masalah yang mengancam umat di padang gurun. Riwayat ini menegaskan bahwa perlindungan ilahi berhubungan erat dengan tanggung jawab manusia terhadap firman-Nya.
Rangkuman pendek dari sumber beralih (gabungan tafsiran klasik)
Menurut pandangan para komentator publik domain, seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, ayat ini mengajak bangsa Israel untuk merespons tindakan keselamatan Allah dengan hidup taat. Henry menekankan ketaatan sebagai syarat diberkati; Barnes menyoroti pemeliharaan Tuhan sebagai bukti kasih-Nya; Clarke menambahkan bahwa penyembuhan Tuhan mencakup seluruh kehidupan umat. Catatan singkat: pernyataan Tuhan sebagai “tabib” menegaskan bahwa pembebasan dari bala-bala tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga rohani dan moral.
Cross-references yang relevan
Refleksi praktis
Di tengah tantangan hidup, ayat ini mengundang kita untuk menilai kembali respons kita terhadap firman-Nya. Bagaimana kita menindaklanjuti firman-Nya dalam keputusan sehari-hari? Apakah kita lebih fokus pada tuntutan, atau juga pada kelegaan dan penyembuhan yang Allah tawarkan melalui ketaatan? Ketika kita mendengar-Nya dan memelihara syariat-Nya, kita hidup dalam perlindungan yang lebih luas daripada sekadar pembebasan dari masalah yang tampak.
Penutup
Ayat 26 menegaskan pola hubungan Tuhan–umat-Nya: taat membawa perlindungan, dan Allah yang berbelas kasih adalah tabib bagi setiap kebutuhan. Dalam perjalanan iman, janji ini mengundang kita untuk hidup lebih dekat kepada firman-Nya dan menyaksikan pemeliharaan-Nya secara nyata.