Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Keluaran 1 Keluaran 2 Keluaran 3 Keluaran 4 Keluaran 5 Keluaran 6 Keluaran 7 Keluaran 8 Keluaran 9 Keluaran 10 Keluaran 11 Keluaran 12 Keluaran 13 Keluaran 14 Keluaran 15 Keluaran 16 Keluaran 17 Keluaran 18 Keluaran 19 Keluaran 20 Keluaran 21 Keluaran 22 Keluaran 23 Keluaran 24 Keluaran 25 Keluaran 26 Keluaran 27 Keluaran 28 Keluaran 29 Keluaran 30 Keluaran 31 Keluaran 32 Keluaran 33 Keluaran 34 Keluaran 35 Keluaran 36 Keluaran 37 Keluaran 38 Keluaran 39 Keluaran 40



Keluaran 11:6 (IDN) — Tangis yang besar di Mesir
Poki penafsiran utama: Ayat ini menandai puncak vonis Allah atas Mesir melalui makamra kebinasaan yang menimpa semua rumah pertama, menegaskan batas antara pembebasan Israel dan hukuman atas penolakan Fira’un. Tangisan yang besar menunjukkan intensitas keadilan ilahi yang menenangkan kebanggaan Mesir dan membuka jalan bagi keluarnya umat Israel dari perbudakan.
Konteks sastra dan alur naratif
Ayat ini muncul di tengah rangkaian tulah yang menimpa Mesir sebagai respons terhadap ketegaran Fira’un menahan Israel. Secara struktur, semua tulah menumpuk hingga puncaknya: tulah terakhir ini merangkum kehancuran yang luas, bukan hanya bencana pribadi, melainkan keluasan bangsa. Dalam gaya naratif Keluaran, tulah-tulah berfungsi sebagai penghakiman yang juga memperlihatkan belas kasihan Allah: Dia berupaya membuka jalan bagi kemerdekaan umat-Nya melalui bukti otoritas-Nya atas semua dewa Mesir.
Signifikansi teologis
Ayat ini menegaskan bahwa pembebasan Israel bukan hasil usaha manusia, melainkan tindakan ilahi yang mengejar keadilan bagi umat yang tertindas. Tangis besar di Mesir menandai kegagalan semua sistem kekuasaan yang menahan umat Allah dan menonjolkan keutuhan rencana-Nya untuk umat pilihan-Nya. Pada tingkat teologis, ayat ini mengkhotbahkan kedaulatan Allah atas sejarah, serta kesetiaan-Nya menjaga janji-Nya kepada Abraham, Ishak, dan Yakub.
Cross-references yang relevan
Penjelasan singkat: Seperti tulah-tulah di Keluaran yang menegur penolakan Fira’un, kitab Hakim menunjukkan bagaimana Allah menuntun umat-Nya dalam masa-masa krisis meskipun umat sering bergoyang iman.
Penjelasan singkat: Keluaran 11:6 adalah pendahuluan dan pembukaan dari peristiwa yang membawa umat Tuhan keluar dari perbudakan, dengan penegasan bahwa pembebasan datang melalui kuasa Allah yang adil.
Pertanyaan reflektif
Konklusi singkat
Ayat ini menutup rangkaian tulah dengan kontras antara keangkuhan Mesir dan kesetiaan Allah yang membebaskan. Pembebasan Israel bukan sekadar pelepasan fisik, melainkan penyataan identitas Allah yang berkuasa atas sejarah manusia. Dalam iman, kita diajak melihat bagaimana Allah membimbing umat-Nya melalui masa-masa krisis menuju tujuan-Nya yang lebih besar.
Kutipan dari tokoh komentar ber-izin publik domain
Beberapa renungan klasik menekankan maksud Allah di balik tulah terakhir sebagai pembuktian otoritas-Nya dan sebagai pembebasan umat yang sengsara. Contoh nuansa yang serupa ditemukan dalam karya para komentator ber-domain publik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, yang menekankan kedaulatan Allah dalam sejarah pembebasan. (Kutipan langsung dari karya Henry/Barnes/Clarke hanya disebut jika tersedia tanpa mengutip teks lengkap.)