Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4 Ulangan 5 Ulangan 6 Ulangan 7 Ulangan 8 Ulangan 9 Ulangan 10 Ulangan 11 Ulangan 12 Ulangan 13 Ulangan 14 Ulangan 15 Ulangan 16 Ulangan 17 Ulangan 18 Ulangan 19 Ulangan 20 Ulangan 21 Ulangan 22 Ulangan 23 Ulangan 24 Ulangan 25 Ulangan 26 Ulangan 27 Ulangan 28 Ulangan 29 Ulangan 30 Ulangan 31 Ulangan 32 Ulangan 33 Ulangan 34Verse
Ulangan 33:1 Ulangan 33:2 Ulangan 33:3 Ulangan 33:4 Ulangan 33:5 Ulangan 33:6 Ulangan 33:7 Ulangan 33:8 Ulangan 33:9 Ulangan 33:10 Ulangan 33:11 Ulangan 33:12 Ulangan 33:13 Ulangan 33:14 Ulangan 33:15 Ulangan 33:16 Ulangan 33:17 Ulangan 33:18 Ulangan 33:19 Ulangan 33:20 Ulangan 33:21 Ulangan 33:22 Ulangan 33:23 Ulangan 33:24 Ulangan 33:25 Ulangan 33:26 Ulangan 33:27 Ulangan 33:28 Ulangan 33:29



Ulangan 33:21 (IDN)
Setting segera sebelum ayat ini adalah doa berkat Musa atas suku-suku Israel, menegaskan pewarisan berkat dan tugas khusus tiap suku dalam perjalanan menuju tanah perjanjian. Ayat ini menyoroti suku pada urutan tertentu yang akan mendapatkan bagian yang dahulu dipanggil sebagai “yang pertama-tama” dalam konteks pembagian wilayah dan otoritas kepemimpinan di antara bangsa Israel.
Inti pesan ayat
Ayat ini menonjolkan bahwa bagi suku yang berperan sebagai pemimpin perang, hulubalang, dan pengatur urusan negara, Tuhan memberikan tanggung jawab besar: menjadi hulu bangsa dan menyampaikan pembalasan Tuhan, serta menegakkan hukum-Nya di antara Israel. Artinya, ada keseimbangan antara hak istimewa dan beban moral: kepemimpinan datang dengan panggilan ilahi untuk menjaga keadilan, menegakkan perjanjian, dan menuntun umat kepada ketaatan.
Penjelasan kata dan gambaran penting
Rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat: Rujukan silang menekankan bahwa kepemimpinan ilahi bukan semata-mewahnya hak, tetapi tugas menjaga integritas perjanjian Allah, menegakkan hukum-Nya, dan membawa umat kepada ketaatan kepada Allah.
Gambaran teologi singkat
Ayat ini menegaskan bahwa dalam desain Tuhan untuk Israel, setiap suku dipanggil lewat peran unik. Kedaulatan-Nya membentuk struktur sosial yang adil: pemimpin diberi otoritas untuk menegakkan hukum-Nya, mengantar pembalasan bagi kejahatan, sambil menjaga kasih dan keadilan di antara umat. Pada akhirnya, kepemimpinan ini berfungsi untuk memelihara kesetiaan umat kepada Tuhan.
Aplikasi bagi zaman sekarang
Ada beberapa kutipan singkat dari tokoh-tokoh komentar publik-domain yang relevan jika diperlukan, namun isi utama di atas bersifat sintesis dari sumber-sumber teologi masa lampau tanpa menyalin teks asli secara langsung.