Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4 Ulangan 5 Ulangan 6 Ulangan 7 Ulangan 8 Ulangan 9 Ulangan 10 Ulangan 11 Ulangan 12 Ulangan 13 Ulangan 14 Ulangan 15 Ulangan 16 Ulangan 17 Ulangan 18 Ulangan 19 Ulangan 20 Ulangan 21 Ulangan 22 Ulangan 23 Ulangan 24 Ulangan 25 Ulangan 26 Ulangan 27 Ulangan 28 Ulangan 29 Ulangan 30 Ulangan 31 Ulangan 32 Ulangan 33 Ulangan 34Verse
Ulangan 32:1 Ulangan 32:2 Ulangan 32:3 Ulangan 32:4 Ulangan 32:5 Ulangan 32:6 Ulangan 32:7 Ulangan 32:8 Ulangan 32:9 Ulangan 32:10 Ulangan 32:11 Ulangan 32:12 Ulangan 32:13 Ulangan 32:14 Ulangan 32:15 Ulangan 32:16 Ulangan 32:17 Ulangan 32:18 Ulangan 32:19 Ulangan 32:20 Ulangan 32:21 Ulangan 32:22 Ulangan 32:23 Ulangan 32:24 Ulangan 32:25 Ulangan 32:26 Ulangan 32:27 Ulangan 32:28 Ulangan 32:29 Ulangan 32:30 Ulangan 32:31 Ulangan 32:32 Ulangan 32:33 Ulangan 32:34 Ulangan 32:35 Ulangan 32:36 Ulangan 32:37 Ulangan 32:38 Ulangan 32:39 Ulangan 32:40 Ulangan 32:41 Ulangan 32:42 Ulangan 32:43 Ulangan 32:44 Ulangan 32:45 Ulangan 32:46 Ulangan 32:47 Ulangan 32:48 Ulangan 32:49 Ulangan 32:50 Ulangan 32:51 Ulangan 32:52



Inti Interpretasi: Mereka telah membusukkan halnya dengan Dia
Ulangan 32:5 menegaskan keadaan umat Israel pada saat itu: meskipun mereka adalah bangsa yang dipilih Tuhan, mereka telah menyimpang dari kesetiaan-Nya sampai derajat yang paling rendah, “arangan di muka adalah pada mereka itu.” Ayat ini menyorot ketidaksetiaan hati manusia dan keengganan untuk tunduk pada jalan-jalan Tuhan, meskipun Dia telah berbuat baik dan memanggil mereka menjadi milik-Nya.
Konteks sastra
Bagian Kidung Agung bangsa (Mazmur) ini muncul dalam nyanyian sang nabi Musa sebelum bangsa Israel masuk tanah perjanjian. Khotbah ini memuji keadilan Allah sambil menunjukkan kecenderungan manusia untuk memberontak. Ayat 5 khususnya berbicara tentang keadaan hati bangsa Israel yang seharusnya menjadi milik Tuhan, tetapi telah membangkang dan menampilkan kecenderungan untuk menjadi “arangan di muka” di mata-Nya.
Makna teologis
Ayah-ayat menunjukkan dua sisi penting: pertama, kemuliaan Tuhan sebagai yang layak disembah dan diperjuangkan; kedua, kebodohan manusia yang menolak kasih dan pedoman-Nya. Pernyataan “bengkok dan terbalik” menekankan kerusakan moral dan kecurigaan rohani yang mempengaruhi komunitas umat. Namun, seruan Tuhan untuk kebenaran tetap relevan: meski umat menolak, Tuhan tetap memanggil mereka untuk kembali pada jalan-Nya dengan kasih dan keadilan.
Kaitan dengan penafsir terkenal
Para penafsir lama menekankan bahwa ayat ini menuntut refleksi hati fi llah terhadap kecenderungan manusia yang cenderung meninggalkan jalan-Nya. Mereka menyoroti bahwa pembalikan karakter umat adalah respons alami terhadap pemberian kasih Allah, serta pentingnya pertobatan untuk memulihkan relasi dengan Tuhan.
Kaitan dengan aliran lain dalam Kitab Suci
Pertanyaan reflektif
Kesimpulan singkat
Ayah 32:5 mengingatkan kita bahwa ketaatan kepada Tuhan adalah pilihan berkelanjutan, bukan sekadar status sebagai umat. Dalam kasih-Nya, Tuhan mengutamakan pembaruan hati melalui pertobatan, agar umat-Nya hidup sebagai cerminan kebenaran-Nya di tengah dunia yang bengkok.
Catatan referensi singkat dari penafsir: Beberapa penafsir klasik menonjolkan kenyataan bahwa manusia dengan mudah berpaling dari jalan Tuhan, sementara panggilan untuk kembali adalah inti moral kitab ini. Sejumlah kutipan singkat dari Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke dipakai secara umum untuk memahami nuansa kebiasaan umat dalam konteks perjanjian.