Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4 Ulangan 5 Ulangan 6 Ulangan 7 Ulangan 8 Ulangan 9 Ulangan 10 Ulangan 11 Ulangan 12 Ulangan 13 Ulangan 14 Ulangan 15 Ulangan 16 Ulangan 17 Ulangan 18 Ulangan 19 Ulangan 20 Ulangan 21 Ulangan 22 Ulangan 23 Ulangan 24 Ulangan 25 Ulangan 26 Ulangan 27 Ulangan 28 Ulangan 29 Ulangan 30 Ulangan 31 Ulangan 32 Ulangan 33 Ulangan 34Verse
Ulangan 29:1 Ulangan 29:2 Ulangan 29:3 Ulangan 29:4 Ulangan 29:5 Ulangan 29:6 Ulangan 29:7 Ulangan 29:8 Ulangan 29:9 Ulangan 29:10 Ulangan 29:11 Ulangan 29:12 Ulangan 29:13 Ulangan 29:14 Ulangan 29:15 Ulangan 29:16 Ulangan 29:17 Ulangan 29:18 Ulangan 29:19 Ulangan 29:20 Ulangan 29:21 Ulangan 29:22 Ulangan 29:23 Ulangan 29:24 Ulangan 29:25 Ulangan 29:26 Ulangan 29:27 Ulangan 29:28 Ulangan 29:29



Makna langsung Ulangan 29:24 (IDN)
Pasal ini menyatakan bahwa suatu saat bangsa-bangsa akan mempertanyakan mengapa Allah mengazab tanah itu dengan murka yang besar. Intinya, tindakan Allah yang keras adalah cara-Nya menunjukkan keadilan-Nya terhadap bangsa yang melanggar perjanjian-Nya. Jawabannya menggarisbawahi bahwa akibat disiplin ilahi adalah pengingat bagi semua pihak akan kesetiaan Allah dan konsekuensi dari penolakan kepada-Nya.
Latar kontekstual
Ulangan 29 mencakup penegasan perjanjian baru bagi umat Israel di padang gurun, setelah keluar dari Mesir. Musa menekankan bahwa pilihan untuk tetap hidup dalam perjanjian Allah membawa berkah, sedangkan pelanggaran berat akan membangkitkan murka-Nya. Ayat ini muncul sebagai bagian penjelasan bahwa kejadian besar di Tanah Kanaan, serta penawanan dan pengusiran bangsa-bangsa lain, tidak semata peristiwa historis, tetapi juga peringatan tegas bagi bangsa pilihan bahwa kedaulatan Tuhan meliputi hukum moral-Nya terhadap semua bangsa.
Observasi penafsiran
Inti tematik (ringkas)
Rujukan terkait
Beberapa bagian lain yang menyinggung disiplin ilahi dan keadilan Allah membantu memaknai ayat ini:
Konteks praktis dan penerapan
Pemahaman bahwa Allah tidak bersembunyi di balik kejadian besar mengundang orang percaya untuk menilai hidup dalam terang perjanjian-Nya. Ayat ini mendorong kita untuk hidup taat, sadar bahwa disiplin ilahi adalah bagian dari kasih Allah yang mengarahkan agar umat-Nya tetap setia kepada-Nya.
Pengakuan singkat dari sumber tafsiran paparan lama
Beberapa penafsir kuno menekankan bahwa kejadian besar di tanah Israel setelah maklumat perjanjian adalah faktor penentu yang membuat bangsa-bangsa bertanya mengenai alat dan rencana Tuhan. Catatan singkat dari karya-karya tafsiran publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menyiratkan bahwa murka-Nya berfungsi sebagai pengingat kebutuhan akan pertobatan dan pemulihan hubungan dengan Allah.
Inti pandangan dari para komentator klasik: - Henry menyoroti bahwa disiplin ilahi adalah bagian dari rencana Tuhan untuk memurnikan umat-Nya. - Barnes menekankan kebijaksanaan hukum moral Allah yang menuntun umat manusia kepada jalan yang benar. - Clarke menafsirkan ujaran itu sebagai gambaran publik tentang keadilan ilahi yang dapat dilihat oleh semua bangsa. (Kutipan singkat dari karya-karya klasik telah diterjemahkan dalam konteks ini tanpa menyalin teks panjang.)