Kisah Para Rasul 4:21 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Tetapi mereka itu mengugut lagi, lalu melepaskan keduanya itu, karena mereka itu tiada mendapat sesuatu sebab akan menyiksa dia, sebab takutkan kaum itu; karena sekaliannya memuliakan Allah dari sebab perkara yang sudah berlaku itu.

Ayat sebelumnya
« Kisah Para Rasul 4:20
Ayat berikutnya
Kisah Para Rasul 4:22 »

Kisah Para Rasul 4:21 Tafsiran ayat Alkitab

Kisah Para Rasul 4:21 (IDN)

Setting singkat: Para rasul telah menghadapi pengadilan di hadapan Sanhedrin karena pemberitaan tentang Kebangkitan Kristus. Mereka telah dilarang bersaksi dalam nama Yesus, tetapi mereka bertegas bahwa mereka tidak dapat berkata-kata berkenaan hal-hal yang telah mereka lihat dan dengar. Setelah ancaman dan pelepasan, mereka menahan diri dari menambah ancaman karena kekuasaan dan ketakutan rakyat terhadap mujizat yang telah terjadi.

Apa yang diungkap ayat ini tentang Allah, iman, dan buah roh?

Ayat ini menyoroti bahwa Allah tetap berkarya melalui umat-Nya meskipun mereka ditentang. Ketakutan para bangsawan manusia tidak menghentikan kemuliaan Allah; justru semua peristiwa, termasuk pengusiran, pengadilan, dan pelepasan, berada di dalam kendali-Nya. Iman yang teguh teruji; mereka diberi hati untuk tunduk pada kehendak Allah sambil tetap melayani dengan tekun. Dalam konteks ini, iman tidak mengarah pada pembebasan segera dari ancaman, melainkan pada ketaatan yang berani terhadap panggilan Allah, meskipun menghadapi bahaya.

Kata kunci dan gambaran penting

  • mengugut lagi / melepaskan keduanya – ancaman dan pelepasan menunjukkan bahwa kekuatan manusia tidak sanggup menahan kerja Allah; hikmah: keselamatan sejati manusia tidak terletak pada perlindungan dunia, tetapi pada penyerahan pada kedaulatan Allah.
  • tiada mendapat sesuatu sebab akan menyiksa dia – tanpa dasar hukum manusia yang kuat untuk menahan, karena takut kepada rakyat. Hikmah: otoritas manusia bisa lemah ketika berhadapan dengan kebenaran Allah; Allah menenangkan hati orang yang percaya bahwa pembelaan sejati berasal dari-Nya.
  • memuliakan Allah – respons utama para rasul adalah pengakuan bahwa semua kejadian memuliakan Allah; iman yang hidup selalu melonjak dalam kemuliaan-Nya ketika manusia berpegang pada firman-Nya.

Cross-reference singkat

  • Kisah Para Rasul 5:29 – Penekanan bahwa manusia tidak berhak memblokir perintah Allah; ketaatan kepada Allah lebih utama daripada ketaatan kepada manusia. Penegasan iman yang berani meski menghadapi larangan manusia.
  • Kisah Kis 9:1-6 (pertobatan Paulus) – Allah bekerja melalui mereka yang awalnya menentang, menunjukkan bahwa karya-Nya melampaui dugaan manusia.
  • 1 Petrus 2:23 – Contoh kehendak Allah dinanti dengan sabar di tengah perlakukan tidak adil; teladan Kristus mengajari bagaimana menanggapi penganiayaan dengan integritas.

Penjelasan singkat: Keluaran dari teks ini menekankan bahwa umat Allah tidak dibentuk untuk melarikan diri dari bahaya, melainkan untuk tetap setia pada panggilan ilahi. Ketakutan manusia tidak bisa membatasi kuasa Allah yang bekerja melalui umat-Nya untuk menyatakan kemuliaan-Nya di tengah dunia yang gelap.

Aplikasi masa kini

Dalam menghadapi tekanan atau ancaman karena kesetiaan kepada Kristus, kita diajarkan untuk berpegang pada firman Allah, menjaga integritas, dan berbuat yang benar meskipun situasi tidak menguntungkan. Ketika doa kita mungkin tidak membawa pembebasan segera, kita dapat meneladan iman para rasul: taat kepada kehendak Allah, memuliakan-Nya dalam setiap tindakan, dan percaya bahwa Allah bekerja melalui semua kejadian untuk tujuan-Nya.

Catatan editorial singkat

Beberapa pemikir rohani berpendapat bahwa keteguhan para rasul di sini mencerminkan pola Allah yang memakai umat-Nya meski mereka dihadapkan pada tekanan sosial dan hukum manusia. Kutipan singkat dari sumber-sumber klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke dapat dipakai untuk memperkaya pemahaman, misalnya: Henry menekankan perlindungan Allah atas kehendak-Nya; Barnes menyoroti ketaatan Allah di atas tuntutan manusia; Clarke menekankan bahwa Allah berkuasa membingkai kejadian agar menuntun pada tujuan-Nya. Keterangan ini dipakai sebagai bahan reflektif, tanpa mengubah inti teks.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Kisah Para Rasul 4:21 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kisah Para Rasul 5:26 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Kisah Para Rasul 5:26 (IDN) »
Lalu pergilah penghulu Bait Allah itu beserta dengan pegawainya mengambil rasul-rasul itu, tetapi bukannya dengan kekerasan, karena mereka itu takut dirajam oleh kaum itu.

Matius 9:8 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Matius 9:8 (IDN) »
Apabila orang banyak melihat hal itu, takutlah mereka itu serta memuliakan Allah, yang telah mengaruniakan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

Lukas 20:19 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Lukas 20:19 (IDN) »
Pada ketika itu ahli Taurat dan kepala-kepala imam mencari jalan hendak mendatangkan tangan ke atas Yesus, tetapi mereka itu takut akan orang ramai itu; karena diketahuinya, bahwa perumpamaan ini ditujukan oleh Yesus kepada diri mereka itu sendiri.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab