Kisah Para Rasul 18:26 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Maka mulailah ia berkata-kata dengan beraninya di dalam rumah sembahyang. Tetapi setelah Periskila dan Akila mendengar dia, keduanya itu pun menyambut dia sambil menerangkan kepadanya jalan Allah dengan lebih cermat lagi.

Ayat sebelumnya
« Kisah Para Rasul 18:25
Ayat berikutnya
Kisah Para Rasul 18:27 »

Kisah Para Rasul 18:26 Tafsiran ayat Alkitab

Pemaparan utama: Periskila dan Akila menjelaskan jalan Allah dengan lebih tepat

Ayat Kisah Para Rasul 18:26 menggambarkan bagaimana Apollos, seorang pengajar yang berapi-api, memberikan kebenaran dengan semangat di rumah ibadah di Korintus, dan bagaimana Timotius, Periskila, dan Akila menuntun dia menuju pemahaman yang lebih mendalam tentang jalan Allah. Inti interpretifnya adalah, meskipun berani dalam menyampaikan firman, perlu pembelajaran lebih lanjut dan bimbingan komunitas percaya untuk menyelaraskan pengajaran dengan keseluruhan wahyu Ilahi.

Konteks literatur

Ayat ini terletak dalam bab 18 Kisah Para Rasul, ketika misi Paus Paulus memasuki kawasan Yunani. Apollos adalah seorang yang terdidik dalam Yahudi dan sangat fasih dalam Kitab Suci, namun ia hanya memahami sebagian tentang baptisan Yohanes. Ketika Periskila dan Akila mendengar dia, mereka mengambil inisiatif menjemputnya dan membimbingnya agar memahami jalan Allah dengan lebih cermat. Hal ini menunjukkan dinamika komunitas gereja mula-mula: wedharma sejalan dengan kasih, membentuk mubaligh yang bersemangat namun membutuhkan koreksi teologis yang berhikmat.

Signifikansi teologis

1) Ketelitian dalam pengajaran: Ayat ini menekankan pentingnya koreksi sesama murid Tuhan. Pelayanan berapi-api tanpa pemahaman menyeluruh bisa menimbulkan kesalahpahaman. 2) Kemitraan dalam pelayanan: Periskila dan Akila mewakili peran jemaat dalam membentuk pemimpin yang setia, bukan sekadar menyebarkan kabar baik secara individual, melainkan melalui komunitas yang saling menasihati. 3) Pertumbuhan berkelanjutan: Pengajaran yang lebih tepat menegaskan bahwa pertobatan dan pemurnian iman adalah proses yang berkelanjutan, di mana terang Firman Allah terus dinamis membentuk pengikut Kristus.

Cross-references singkat

  • Roma 10:14-15 - Pentingnya pengajaran dan pemberitaan agar iman terbentuk melalui pendengaran firman.
  • Efesus 4:11-13 - Peran karunia rohani dalam membangun tubuh Kristus hingga kedewasaan iman.
  • Kejadian 18:19 - Allah menguji ketaatan dan ketelitian Abraham melalui pemahaman yang benar tentang perintah-Nya.

Penjelasan singkat: Mushaf-mushaf ini menunjukkan bahwa layanan Tuhan berbuah ketika orang percaya saling membimbing dalam kebenaran yang jelas dan penuh kasih, menghindari pengajaran yang menyimpang meski lahir dari semangat yang tinggi.

Pertanyaan untuk refleksi

  • Saat mengalami pengajaran yang kuat, bagaimana kita membuka diri terhadap pembetulan rohani dari saudara seiman?
  • Apa contoh konkret yang menunjukkan kemitraan gereja dalam membentuk pengajar muda agar sejalan dengan firman Tuhan?

Kesimpulan singkat

Aktivitas Apollos menunjukkan semangat pemberitaan yang tulus, sementara respons Periskila dan Akila menegaskan bahwa kebenaran perlu dipahami secara komprehensif dalam konteks keseluruhan pewahyuan Allah. Komunitas percaya dipanggil untuk saling membimbing agar firman yang berapi-api itu dipraktikkan dengan akurat, penuh kasih, dan memuliakan Kristus.

Cuplikan karya para komentator publik domain yang relevan: Matthew Henry menyoroti kebutuhan untuk membenahi pengajaran dengan kebijaksanaan gereja; Albert Barnes menekankan kerja sama jemaat dalam menolong pengajar baru; Adam Clarke menekankan bahwa pertumbuhan iman tidak berhenti pada pengajaran awal melainkan melalui pengayaan pengetahuan dalam Kristus.

Rujukan silang singkat

Rujukan silang berfokus pada hubungan antara kebersamaan jemaat dengan kemajuan pengajaran pribadi: Roma 16:1-2; Efesus 4:15-16; Matius 28:19-20. Penjelasan singkat: setiap komunitas murid Tuhan mengambil bagian dalam membimbing dan memperlengkapi satu sama lain untuk memajukan kerajaan Allah secara utuh.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Kisah Para Rasul 18:26 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 1:5 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Amsal 1:5 (IDN) »
Barangsiapa yang berbudi itu akan mendengar dan padanya akan bertambah-tambah pengetahuan yang berguna, dan orang yang berakal itupun akan beroleh bicara yang berbudi.

Amsal 25:12 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Amsal 25:12 (IDN) »
Seperti anting-anting keemasan berpatutan dengan kalung yang dari pada emas sepuluh matu, demikianpun telinga yang suka mendengar itu berpatutan dengan penegur yang berbudi.

Amsal 9:9 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Amsal 9:9 (IDN) »
Berilah nasihat akan orang yang berbudi, maka kelak akan bertambah akal budinya; ajarlah akan orang yang benar, maka makinlah bertambah kelak pengetahuannya.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab