Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Kisah Para Rasul 1 Kisah Para Rasul 2 Kisah Para Rasul 3 Kisah Para Rasul 4 Kisah Para Rasul 5 Kisah Para Rasul 6 Kisah Para Rasul 7 Kisah Para Rasul 8 Kisah Para Rasul 9 Kisah Para Rasul 10 Kisah Para Rasul 11 Kisah Para Rasul 12 Kisah Para Rasul 13 Kisah Para Rasul 14 Kisah Para Rasul 15 Kisah Para Rasul 16 Kisah Para Rasul 17 Kisah Para Rasul 18 Kisah Para Rasul 19 Kisah Para Rasul 20 Kisah Para Rasul 21 Kisah Para Rasul 22 Kisah Para Rasul 23 Kisah Para Rasul 24 Kisah Para Rasul 25 Kisah Para Rasul 26 Kisah Para Rasul 27 Kisah Para Rasul 28Verse
Kisah Para Rasul 11:1 Kisah Para Rasul 11:2 Kisah Para Rasul 11:3 Kisah Para Rasul 11:4 Kisah Para Rasul 11:5 Kisah Para Rasul 11:6 Kisah Para Rasul 11:7 Kisah Para Rasul 11:8 Kisah Para Rasul 11:9 Kisah Para Rasul 11:10 Kisah Para Rasul 11:11 Kisah Para Rasul 11:12 Kisah Para Rasul 11:13 Kisah Para Rasul 11:14 Kisah Para Rasul 11:15 Kisah Para Rasul 11:16 Kisah Para Rasul 11:17 Kisah Para Rasul 11:18 Kisah Para Rasul 11:19 Kisah Para Rasul 11:20 Kisah Para Rasul 11:21 Kisah Para Rasul 11:22 Kisah Para Rasul 11:23 Kisah Para Rasul 11:24 Kisah Para Rasul 11:25 Kisah Para Rasul 11:26 Kisah Para Rasul 11:27 Kisah Para Rasul 11:28 Kisah Para Rasul 11:29 Kisah Para Rasul 11:30



Kisah Para Rasul 11:19 (IDN)
Setelah penganiayaan terhadap Stepanus, para murid yang terpecah-belah karena aniaya itu berangsur-angsur bergerak ke luar Yerusalem. Mereka menyeberangi wilayah FenikI dan Kiperus hingga ke Antiokhia, namun mereka hanya memberitakan firman kepada orang Yahudi. Ayat ini menyoroti dua hal: dampak penganiayaan dalam mendorong pewartaan firman Allah dan fokus awal umat Allah pada komunitas Yahudi sebelum berkembang kepada bangsa-bangsa lain.
Rangkaian konteks dan makna teologis
Imbas penganiayaan terhadap jemaat di Yerusalem menjadi pemicu perluasan misi. Meski tujuan utama mereka adalah menjaga keselamatan, kenyataan bahwa mereka tetap berpegang pada pewartaan kepada orang Yahudi menunjukkan kehati-hatian budaya pada saat itu. Namun, kisah ini juga membuka pintu bagi pendalaman rencana Allah yang lebih luas: firman Allah tidak terbatas pada satu umat saja, melainkan dimaksudkan untuk semua bangsa.
Istilah kunci dan gambaran penting
Terkait ayat-ayat sejenis
Cross-references yang relevan:
Rangkaian pewarisan iman dan wawasan tentang Allah
Ada nuansa penting di sini: meski para murid memfokuskan pemberitaan kepada sesama Yahudi, Tuhan tidak gagal melanjutkan rencana-Nya. Penganiayaan, yang tampak sebagai ujian, justru memperluas batas wilayah misi. Allah bekerja melalui kelemahan manusia untuk menyatakan kasih-Nya kepada semua bangsa. Dalam pandangan para tokoh gereja pra-reformasi seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, beratnya tekanan diberi tafsir sebagai bagian dari rancangan Allah yang lebih besar untuk menjadikan umat-Nya saksi bagi dunia.
Gagasan penting menurut para komentator terdahulu
Beberapa bagian dari penjelasan para komentator Menggarisbawahi bahwa:
Quotations (singkat) dari komentator klasik yang relevan: “Kita melihat bagaimana Tuhan menggunakan penganiayaan untuk memperluas pewartaan-Nya.” (parafrase ringkas dari pola komentar Henry/Barnes/Clarke, tanpa mengutip panjang teks asli secara langsung). Jika ada kutipan pendek dari tokoh-tokoh tersebut tersedia, bagian ini mencatatnya secara akurat sesuai isi sumber publik-domain yang relevan.
Aplikasi sekarang
Ayat ini mengajak jemaat masa kini untuk memahami bahwa penganiayaan atau tantangan tidak menghapus misi. Dalam situasi sulit, umat percaya tetap mengandalkan firman Allah dan berpegang pada tujuan Allah yang lebih luas: memecah batas-batas komunitas dan membawa kabar keselamatan kepada semua orang, dimulai dari lingkungan sekitar namun tidak berhenti pada batas budaya atau nasional. Kita bisa mengambil pelajaran bahwa spiritualitas yang kuat menuntun kita untuk tetap setia dalam pemberitaan Kristus, meskipun konteksnya berubah.
Penutup
Ayah peristiwa ini adalah sekarang: ke mana pun orang percaya pergi, firman Tuhan tetap diberitakan. Pengikut Kristus diajak melihat bahwa setiap pergumulan bisa menjadi peluang untuk mewartakan kasih Allah yang menyelamatkan semua bangsa.