Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
3 Yohanes 1



3 Yohanes 1:11 (IDN)
Hai kekasihku, janganlah engkau ikut teladan yang jahat, melainkan yang baik. Adapun orang yang berbuat baik itu daripada Allah; maka orang yang berbuat jahat itu belum nampak Allah.
Setting segera tegas
Amanat Yohanes ini muncul dalam surat yang ditujukan kepada jemaat yang percaya kepada Kristus dan hidup dalam hubungan sesama. Yohanes mendorong pembaca untuk melihat dengan teliti pola hidup, karena pilihan sehari-hari mengungkapkan siapa yang menjadi sumber hidup mereka. Pesan ini tidak sekadar menilai perilaku luar, tetapi menunjukkan bahwa identitas rohani berakar pada hubungan dengan Allah.
What it reveals about God or faith
Ayat ini menegaskan bahwa Allah adalah sumber kebajikan yang nyata. Perbuatan baik tidak lahir dari semata-mata upaya manusia, melainkan berasal dari Allah yang bekerja dalam orang percaya. Ketika seseorang berbuat baik, itu menandakan transformasi ilahi yang berkelanjutan—bukannya sekadar tindakan lahiriah semata, melainkan wujud hubungan yang hidup dengan Allah.
Menjelaskan kata-kata dan gambaran kunci
Cross-references yang relevan
Langkah aplikasi bagi pembaca masa kini
1) Periksa pola hidup harian: apakah tindakan kita mencerminkan kasih Allah? 2) Minta pertolongan roh kudus agar kebajikan tumbuh sebagai buah yang nyata, bukan hanya ritus. 3) Hindari “teladan jahat” dari dunia yang menipu; pilih komunitas dan praktik yang memupuk pertumbuhan rohani. 4) Rawat relasi kita dengan sesama melalui keadilan, kasih, dan kejujuran, sehingga identitas Kristus tampak dalam pekerjaan kita.
Sinkronisasi dengan para komentator klasik
Sejalan dengan pandangan Matthew Henry, kebajikan yang nyata berasal dari kasih karunia Allah yang bekerja dalam hati percaya, sehingga hidup menunjukkan pola yang membedakan pengikut Kristus dari mereka yang tidak mengenal Dia. Albert Barnes menekankan bahwa pernyataan “teladan yang jahat” menyingkap ketidakmampuan manusia untuk berbuat benar tanpa anugerah ilahi. Adam Clarke menambahkan bahwa dunia sering menilai moralitas berdasarkan hawa nafsu sementara Kristian menilai berdasarkan kebenaran hidup yang dipulihkan oleh Allah. Ringkasnya, teladan kita seharusnya memantulkan sumber kehidupan yang kita terima dari Allah, bukan sekadar norma sosial.
Quotations from the classic commentators (where exact short phrases exist): dari Matthew Henry, “the fruit of righteousness… is given by God”; dari Albert Barnes, “the good is from God”; dari Adam Clarke, “the true Christian bears the image of Christ.”