Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
2 Samuel 24:1 2 Samuel 24:2 2 Samuel 24:3 2 Samuel 24:4 2 Samuel 24:5 2 Samuel 24:6 2 Samuel 24:7 2 Samuel 24:8 2 Samuel 24:9 2 Samuel 24:10 2 Samuel 24:11 2 Samuel 24:12 2 Samuel 24:13 2 Samuel 24:14 2 Samuel 24:15 2 Samuel 24:16 2 Samuel 24:17 2 Samuel 24:18 2 Samuel 24:19 2 Samuel 24:20 2 Samuel 24:21 2 Samuel 24:22 2 Samuel 24:23 2 Samuel 24:24 2 Samuel 24:25



Inti Pokok Interpretatif: Daud menjalankan keputusan Tuhan melalui nabi Gad
Maksud utama teks 2 Samuel 24:19 adalah Daud taat mengikuti firman Tuhan yang disampaikan melalui Gad, meskipun tindakan tersebut menuntut langkah berat dan penyesalan di kemudian hari. Ayat ini menunjukkan ketaatan seorang raja kepada wahyu ilahi meskipun konsekuensinya terasa berat di hadapan umat.
Konteks sastra
Dalam pasal 24, Daud melakukan sensus yang melanggar kehendak Tuhan, lalu menimbulkan murka-Nya. Nabi Gad datang dengan pesan pemulihan yang menuntut Daud memilih jalan perbaikan. Ayat 19 menegaskan bahwa Daud melaksanakan perintah Gad persis seperti firman Tuhan. Ini menegaskan tema utama kitab Samuel: kepatuhan raja terhadap kehendak Allah, bukan sekadar kehebatan militer atau kebijaksanaan manusia.
Signifikansi teologis
Peristiwa ini menekankan prinsip ketaatan kepada wahyu ilahi sebagai fondasi kepemimpinan. Murka Tuhan akibat sensus menunjukkan bahwa kekuatan manusia tidak bisa menggantikan ketaatan kepada Allah. Daud, dalam momen penyesalan, memilih langkah yang ditetapkan Tuhan melalui Gad. Dalam konteks seluruh Perjanjian Lama, respons ini menyiratkan peran nabi sebagai sarana penguatan iman serta penegakan otoritas ilahi atas raja.
Interkoneksi dengan belaskah Alkitab
Beberapa pelajaran terkait dapat dilihat melalui hubungan dengan bagian lain:
Pertanyaan reflektif
Konklusi singkat
Ayat ini menegaskan ketaatan Daud pada firman Tuhan melalui Gad sebagai contoh kepemimpinan yang tunduk pada wahyu ilahi. Ketaatan inilah yang menandai kekuatan seorang pemimpin sejati: meskipun jalan yang ditempuh menantang, doa dan penyerahan kepada kehendak Tuhan membawa pemulihan dan kebenaran bagi umat.
Cuplikan otoritatif (para komentator publik domain)
Catatan ringkas: “Daud pergi menurut kata Gad setuju dengan firman Tuhan.” (parafrase ringkas dari alur teks) Para penafsir dari tradisi publik domain menekankan bahwa dialog dengan Gad menegaskan otoritas nabi sebagai penyaji kehendak ilahi, dan respons Daud menunjukkan kesetiaan di atas rasa takut maupun keuntungan politik.