Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
2 Samuel 22:1 2 Samuel 22:2 2 Samuel 22:3 2 Samuel 22:4 2 Samuel 22:5 2 Samuel 22:6 2 Samuel 22:7 2 Samuel 22:8 2 Samuel 22:9 2 Samuel 22:10 2 Samuel 22:11 2 Samuel 22:12 2 Samuel 22:13 2 Samuel 22:14 2 Samuel 22:15 2 Samuel 22:16 2 Samuel 22:17 2 Samuel 22:18 2 Samuel 22:19 2 Samuel 22:20 2 Samuel 22:21 2 Samuel 22:22 2 Samuel 22:23 2 Samuel 22:24 2 Samuel 22:25 2 Samuel 22:26 2 Samuel 22:27 2 Samuel 22:28 2 Samuel 22:29 2 Samuel 22:30 2 Samuel 22:31 2 Samuel 22:32 2 Samuel 22:33 2 Samuel 22:34 2 Samuel 22:35 2 Samuel 22:36 2 Samuel 22:37 2 Samuel 22:38 2 Samuel 22:39 2 Samuel 22:40 2 Samuel 22:41 2 Samuel 22:42 2 Samuel 22:43 2 Samuel 22:44 2 Samuel 22:45 2 Samuel 22:46 2 Samuel 22:47 2 Samuel 22:48 2 Samuel 22:49 2 Samuel 22:50 2 Samuel 22:51



Makna Singkat 2 Samuel 22:47
Ayat ini menegaskan bahwa Tuhan hidup, layak ditinggikan, dan secara pribadi dipakai sebagai perlindungan serta tempat berteduh bagi umat-Nya. Frasa “gunung batuku” menggambarkan Tuhan sebagai tempat yang kokoh, kuat, dan tidak tergoyahkan—sebuah simbol perlindungan ilahi yang menguatkan iman menghadapi bahaya.
Latar Belakang dan konteks
Dalama 2 Samuel 22:47, nyanyian syukur Daud muncul setelah ia berhadap-hadapan dengan musuh-musuhnya dan mengalami perlindungan Tuhan yang luar biasa. Daud merespons dengan pujian yang menegaskan identitas Allah sebagai Yang Hidup dan sumber keselamatan. Nyanyian ini mencerminkan tema utama Kitab 2 Samuel: pernyataan janji Tuhan, perlindungan-Nya terhadap raja-Nya, dan respons umat kepada pemeliharaan ilahi.
Observasi penafsiran kunci
Observasi teologis singkat (berbasis tokoh komentas umum)
Para penafsir seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa nyanyian ini menonjolkan: (1) kepastian perlindungan Tuhan, (2) hubungan hidup antara Tuhan dan umat-Nya sebagai Raja Penyelamat, (3) tujuan akhir pujian—pengenbalian kemuliaan Tuhan di tengah sejarah manusia. Ketiganya sering menekankan bahwa balasan iman adalah pengakuan publik akan keperkasaan ilahi.
Referensi silang yang relevan
Penekanan pada hubungan antara keselamatan Tuhan dan respons pujian umat menjadi benang merah: perlindungan ilahi mengundang pengakuan terbuka akan kebesaran-Nya.
Titik praktis yang singkat
Ringkasan eksekutif
2 Samuel 22:47 menegaskan Tuhan yang hidup sebagai pelindung dan sumber keselamatan. Daud menanggapi dengan pujian yang menegaskan bahwa kemuliaan Allah adalah tujuan utama penyelamatan-Nya. Nyanyian ini menguatkan iman bahwa umat berhak dan patut memberi kemuliaan kepada Allah dalam setiap cobaan dan kemenangan.
Catatan singkat atas kutipan para penafsir terkenal: “The living God” dan pemahaman tentang Tuhan sebagai “gunung batuku” selaras dengan pandangan Henry, Barnes, dan Clarke yang menekankan perlindungan, kepercayaan, dan respons pujian sebagai wujud iman yang hidup.