Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
2 Samuel 21:1 2 Samuel 21:2 2 Samuel 21:3 2 Samuel 21:4 2 Samuel 21:5 2 Samuel 21:6 2 Samuel 21:7 2 Samuel 21:8 2 Samuel 21:9 2 Samuel 21:10 2 Samuel 21:11 2 Samuel 21:12 2 Samuel 21:13 2 Samuel 21:14 2 Samuel 21:15 2 Samuel 21:16 2 Samuel 21:17 2 Samuel 21:18 2 Samuel 21:19 2 Samuel 21:20 2 Samuel 21:21 2 Samuel 21:22



Makna Langsung ayat 2 Samuel 21:16
Ayat ini melukiskan upaya Yisbi-Benob, seorang dari bani Rafa, untuk membunuh Daud dengan tombak beratnya yang terbuat dari tembaga. Meskipun ia bersandangkan pedang baru, niatnya adalah membunuh raja Israel. Cerita ini ditempatkan dalam konteks serangan balik terhadap Daud oleh musuh-musuhnya di masa perang, menampilkan ancaman yang masih mengintai meski Daud telah memimpin bangsa lama.
Latar konteks singkat
Dalam masa pemerintahan Daud, bangsa Israel menghadapi kelaparan, pertempuran dengan bukan Israel, dan tindakan balas dendam dari keturunan Rafa. Yisbi-Benob muncul sebagai tokoh antagonis yang mencoba menewaskan raja. Tema utama di sini adalah bahaya kemarahan yang berlarut dan intrik yang menyalakan niat jahat meskipun tidak semua orang secara eksplisit mengejar kejahatan terhadap Daud.
Observasi tafsiran
Beberapa penafsir mengamati bahwa Frasa “berat tumbaknya tiga ratus syikal tembaga” menekankan kekuatan fisik dan ancaman nyata. Pengamatan lain menunjukkan bahwa motif di balik tindakan ini bukan sekadar kebencian terhadap Daud, melainkan bagian dari konflik lama antara pihak-pihak yang menolak otoritasnya.
Dalam tradisi tafsir publik-domain, para ahli seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menyoroti ketidakpastian perannya sebagai peringatan bahwa ancaman bisa datang dari mana pun, bahkan dari orang yang dekat dengan kekuasaan, serta bahwa raja perlu bijaksana dan bergantung pada Tuhan dalam menghadapi ancaman.
Kaitannya dengan tema utama Kitab 2 Samuel
Ayat ini menegaskan bahwa meskipun Daud berada di puncak kekuasaan, masa lalunya tetap membawa ancaman. Itu mengingatkan pembaca bahwa godaan untuk menyerah pada rasa takut atau balas dendam bisa muncul dalam berbagai bentuk, dan bahwa kepercayaan pada perlindungan ilahi tetap relevan.
Rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat terkait hubungan: rujukan-rujukan ini menunjukkan bahwa kerajaan Daud selalu dihadapkan pada ancaman dari dalam maupun luar; namun Tuhan menguatkan pemimpin-Nya dan bangsa melalui kepercayaan yang teguh pada-Nya.
Renungan praktis singkat
Inti tafsiran
Ayat ini menegaskan realitas bahaya yang tetap hadir meski kekuasaan tampak stabil. Daud, seorang raja yang dipercayakan Tuhan, tetap membutuhkan kebijaksanaan, keberanian, dan pertolongan ilahi untuk melindungi dirinya dan bangsa. Periksa motif kepemimpinan dan bagaimana respons iman terhadap ancaman membentuk jalannya sejarah bangsa Israel.
Quotations from public-domain commentators (where applicable): Sedikit alur pemikiran The Matthew Henry and Albert Barnes is integrated but no long quotations are provided here to maintain original synthesis. Jika ingin, bagian pendek yang tertera di sumber-sumber tersebut bisa dirujuk, misalnya konsep bahwa ancaman bisa datang dari mana saja dan perlunya perlindungan Tuhan bagi raja.