Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
2 Samuel 15:1 2 Samuel 15:2 2 Samuel 15:3 2 Samuel 15:4 2 Samuel 15:5 2 Samuel 15:6 2 Samuel 15:7 2 Samuel 15:8 2 Samuel 15:9 2 Samuel 15:10 2 Samuel 15:11 2 Samuel 15:12 2 Samuel 15:13 2 Samuel 15:14 2 Samuel 15:15 2 Samuel 15:16 2 Samuel 15:17 2 Samuel 15:18 2 Samuel 15:19 2 Samuel 15:20 2 Samuel 15:21 2 Samuel 15:22 2 Samuel 15:23 2 Samuel 15:24 2 Samuel 15:25 2 Samuel 15:26 2 Samuel 15:27 2 Samuel 15:28 2 Samuel 15:29 2 Samuel 15:30 2 Samuel 15:31 2 Samuel 15:32 2 Samuel 15:33 2 Samuel 15:34 2 Samuel 15:35 2 Samuel 15:36 2 Samuel 15:37



Makna Langsung Ayat 2 Samuel 15:23 (IDN)
Ayat ini menggambarkan tangisan luas bangsa Israel ketika Daud terus melarikan diri dari rumahnya sendiri. Mereka menangis dengan nyaring sambil mengikuti langkah-selangkah yang dibawa oleh situasi kehilangan raja mereka. Daud menyeberangi sungai Kideron dan memimpikan perjalanan ke padang gurun, menandai transisi dramatik dari kedudukan istana ke keadaan pengasingan dan kerendahan hati.
Latar belakang kontekstual
Peristiwa ini terjadi selama pemberontakan Absalom, yang memicu perpindahan massal raja ke tempat-tempat terpencil. Kehilangan Yaweh di tengah-tengah dominasi manusia berkuasa tampak jelas: manusia merencanakan jalan keluar, tetapi Tuhan memberi arah dan ujian. Sungai Kideron menjadi simbol skala perjalanan, jarak, dan keadaan terpaksa yang dihadapi raja serta umatnya.
Pemaknaan dan pengamatan kunci
Rujukan lintas terkait
- 2 Samuel 15:22-23 menjelaskan eskalasi pengasingan dan pernyataan pengikut Daud yang menegaskan kepercayaannya pada Tuhan meskipun keadaan sulit.
- Matius 26:38-39 memberikan gambaran serupa tentang kedalaman keputusasaan manusia dan ketaatan kepada kehendak Allah dalam situasi yang berat.
- Amsal 1:23-24 menegaskan bahwa Tuhan menuntun melalui konsekuensi tindakan manusia, memanggil untuk bertobat meski jalan terasa getir.
Renungan praktis singkat
Ekspresi pendekatan para tokoh Alkitab (kutipan singkat yang relevan)
Beberapa penafsir alkitab menekankan bahwa tangisan bersama mencerminkan perasaan umat yang menyerahkan diri dalam situasi yang tidak sepenuhnya mereka kendalikan. Ayat ini juga menunjukkan respons emosional terhadap perubahan besar dalam kepemimpinan.
Dedikasi studi dan hubungannya dengan karya para komentator (singkat)
Para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa masa-masa kehilangan menuntut kepercayaan pada rencana Tuhan, meskipun jalan kelihatan sukar. Mereka menimbang bahwa penyeberangan sungai dan perjalanan ke padang belantara adalah bagian dari pemurnian dan penyelarasan umat dengan kehendak ilahi.
Retorika inti ayat
Ayat ini menekankan intensitas emosi dan tekanan situasi, sambil tetap menegaskan kenyataan bahwa Tuhan tetap memimpin umat-Nya melalui masa-masa pengasingan menuju tujuan akhir—pemulihan dan pelaksanaan rencana-Nya yang lebih besar.