Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Raja-raja 1 2 Raja-raja 2 2 Raja-raja 3 2 Raja-raja 4 2 Raja-raja 5 2 Raja-raja 6 2 Raja-raja 7 2 Raja-raja 8 2 Raja-raja 9 2 Raja-raja 10 2 Raja-raja 11 2 Raja-raja 12 2 Raja-raja 13 2 Raja-raja 14 2 Raja-raja 15 2 Raja-raja 16 2 Raja-raja 17 2 Raja-raja 18 2 Raja-raja 19 2 Raja-raja 20 2 Raja-raja 21 2 Raja-raja 22 2 Raja-raja 23 2 Raja-raja 24 2 Raja-raja 25Verse
2 Raja-raja 6:1 2 Raja-raja 6:2 2 Raja-raja 6:3 2 Raja-raja 6:4 2 Raja-raja 6:5 2 Raja-raja 6:6 2 Raja-raja 6:7 2 Raja-raja 6:8 2 Raja-raja 6:9 2 Raja-raja 6:10 2 Raja-raja 6:11 2 Raja-raja 6:12 2 Raja-raja 6:13 2 Raja-raja 6:14 2 Raja-raja 6:15 2 Raja-raja 6:16 2 Raja-raja 6:17 2 Raja-raja 6:18 2 Raja-raja 6:19 2 Raja-raja 6:20 2 Raja-raja 6:21 2 Raja-raja 6:22 2 Raja-raja 6:23 2 Raja-raja 6:24 2 Raja-raja 6:25 2 Raja-raja 6:26 2 Raja-raja 6:27 2 Raja-raja 6:28 2 Raja-raja 6:29 2 Raja-raja 6:30 2 Raja-raja 6:31 2 Raja-raja 6:32 2 Raja-raja 6:33



2 Raja-raja 6:21 (IDN) — Setting, makna, dan aplikasi
Setting segera: Raja Israel, setelah Elisha menunjukkan mukjizat dengan membangkitkan harapan bagi warga Samaria, berhadapan dengan tentara Aram yang telah mengepung kota. Ketika mata Elisha melihat para ksatria Aram yang datang, pelayan sang raja bertanya ketakutan, dan Elisha menenangkan dengan keyakinan bahwa Allah ada bersama umat-Nya. Namun, di saat yang sama, raja Israel menatap musuh dengan keinginan membasmi. Ayat ini menegaskan pergumulan manusia antara belas kasihan ilahi dan dorongan membela diri.
Inti teks: pengamatan tentang firman Allah dan iman
Ayat ini menampilkan dua hal penting. Pertama, keadaan batin raja Israel yang terfokus pada kekerasan manusia—ia bertanya, “Bolehkah aku membunuh dia...?” Kedua, jawaban Elisha yang menolak pembalasan sepenuhnya, menegaskan bahwa Allah tidak mengandalkan kekuatan senjata semata untuk menyelamatkan umat-Nya. Allah bekerja lewat tindakan-Nya yang penuh kasih meski tampak berbahaya di mata manusia. Ini mengajarkan kita bahwa aksi Allah sering melampaui perkiraan manusia, dan respons iman adalah menyerahkan arah hidup kepada-Nya, bukannya mengandalkan balas dendam.
Istilah kunci dan gambaran gambar rohani
Hubungan dengan teks lainnya
Beberapa kunci lintas ayat yang relevan:
Pengajaran penting tentang iman dan praktik hari ini
Ayat ini mengingatkan bahwa iman tidak menutup mata terhadap bahaya atau ketakutan yang nyata, tetapi menggeser fokus dari kekuatan manusia ke ketaatan pada penyelenggaraan Tuhan. Dalam konflik pribadi maupun sosial, Tuhan tidak selalu menjanjikan pembalasan yang instan melalui kekuatan kita; Ia memanggil kita untuk mengandalkan hikmat-Nya, menjaga belas kasihan, dan menaruh kepercayaan pada perlindungan-Nya. Ketika dorongan membalas dendam muncul, ingat Elisha yang menempatkan kenyataan roh Allah sebagai pusat respon, bukan kekuatan manusia.
Catatan para penafsir klasik (sedikit kutipan terpilih)
Para penafsir publik domain sering menyoroti tema belas kasih Allah melawan balas dendam manusia. Kutipan singkat berikut menggambarkan suasana umum: “Kebijaksanaan Tuhan mengalahkan rencana manusia” (merenungkan pola Elisha dalam menghadapi ancaman).
Catatan ini tidak menampilkan kutipan teks panjang, namun beberapa ilustrasi klasik menekankan bahwa Allah bisa membalikkan keadaan untuk memperlihatkan kasih-Nya kepada umat-Nya.
Penutup: aplikasi praktis