Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Raja-raja 1 2 Raja-raja 2 2 Raja-raja 3 2 Raja-raja 4 2 Raja-raja 5 2 Raja-raja 6 2 Raja-raja 7 2 Raja-raja 8 2 Raja-raja 9 2 Raja-raja 10 2 Raja-raja 11 2 Raja-raja 12 2 Raja-raja 13 2 Raja-raja 14 2 Raja-raja 15 2 Raja-raja 16 2 Raja-raja 17 2 Raja-raja 18 2 Raja-raja 19 2 Raja-raja 20 2 Raja-raja 21 2 Raja-raja 22 2 Raja-raja 23 2 Raja-raja 24 2 Raja-raja 25Verse
2 Raja-raja 2:1 2 Raja-raja 2:2 2 Raja-raja 2:3 2 Raja-raja 2:4 2 Raja-raja 2:5 2 Raja-raja 2:6 2 Raja-raja 2:7 2 Raja-raja 2:8 2 Raja-raja 2:9 2 Raja-raja 2:10 2 Raja-raja 2:11 2 Raja-raja 2:12 2 Raja-raja 2:13 2 Raja-raja 2:14 2 Raja-raja 2:15 2 Raja-raja 2:16 2 Raja-raja 2:17 2 Raja-raja 2:18 2 Raja-raja 2:19 2 Raja-raja 2:20 2 Raja-raja 2:21 2 Raja-raja 2:22 2 Raja-raja 2:23 2 Raja-raja 2:24 2 Raja-raja 2:25



2 Raja-raja 2:23 (IDN) — Lalu Elisa Berjalan di Betel
Setting langsung: Setelah Elijah diangkat ke langit dalam kereta dan api, Elisha melanjutkan perjalanan pulang dari Yosafat ke Gilgal. Ketika ia berjalan melewati Betel, segerombolan anak-anak keluar dari kota mengejek, “Hai si gundul, naiklah; hai si gundul, naiklah!”
Apa yang terlihat tentang Allah dan iman
Amanat inti di sini bukan sekadar hukuman atas ejekan; ia menyingkap bahwa kepatuhan kepada Allah melalui pemimpin yang ditetapkan-Nya memang memanggil respons yang kuat, bahkan terhadap mereka yang menolak otoritas Tuhan. Kisah ini menegaskan bahwa Allah berdaulat atas proses nabi-Nya, dan pengakuan atau penolakan manusia terhadap nabi-Nya memantulkan iman mereka terhadap Tuhan yang melindungi dan mengutamakan kebenaran-Nya, meski disertai konsekuensi. Dalam konteks kitab para nabi, penghormatan kepada pemimpin rohani yang diurapi Allah adalah bagian dari kesetiaan umat kepada rancangan-Nya.
Istilah dan gambaran penting
“Gundul” dipakai secara kiasan untuk menampilkan kekasaran dan penghinaan terhadap nabi Allah. Reaksi Elisha mengingatkan kita bahwa pemanggilan Allah menuntut keseriusan: menyingkap tingkah laku manusia di hadapan Tuhan, dan bagaimana reaksi kita terhadap otoritas rohani mencerminkan hubungan kita dengan Allah.
Cross-references yang relevan
Penjelasan singkat hubungan: Referensi mengenai penghormatan terhadap pemimpin rohani memberi konteks untuk memahami bagaimana umat Allah beroperasi di bawah otoritas-Nya. Pengangkatan Elijah dan permulaan tugas Elisha menguatkan gagasan bahwa Allah tetap bekerja melalui pewaris tugas yang ditetapkan-Nya.
Aplikasi bagi hidup sehari-hari
Konteks lebih luas
Dalam karya para nabi, tindakanElisa di Betel mengingatkan kita bahwa perjalanan iman tidak bebas dari tantangan sosial maupun kiasan kebohongan. Allah bekerja melalui nabi-nabi-Nya untuk membawa peringatan, pemulihan, dan kuasa pembaruan bagi umat-Nya. Ketegasan Elisha terhadap ejekan menegaskan bahwa kebenaran Tuhan tidak tergoyahkan oleh tekanan dunia.
Ringkasan penyatuan ide
Kisah ini menegaskan bahwa hubungan dengan Allah menuntut kesetiaan kepada otoritas-Nya, meskipun menghadapi penolakan. Allah mengarahkan jalannya sejarah melalui pemimpin yang diurapi, dan reaksi kita terhadap mereka mencerminkan sikap hati terhadap Tuhan. Elisha mengambil alih tugas secara lanjut dan menonjolkan kesinambungan karya ilahi dalam menghadirkan kekuatan dan penghiburan bagi umat-Nya.