Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Raja-raja 1 2 Raja-raja 2 2 Raja-raja 3 2 Raja-raja 4 2 Raja-raja 5 2 Raja-raja 6 2 Raja-raja 7 2 Raja-raja 8 2 Raja-raja 9 2 Raja-raja 10 2 Raja-raja 11 2 Raja-raja 12 2 Raja-raja 13 2 Raja-raja 14 2 Raja-raja 15 2 Raja-raja 16 2 Raja-raja 17 2 Raja-raja 18 2 Raja-raja 19 2 Raja-raja 20 2 Raja-raja 21 2 Raja-raja 22 2 Raja-raja 23 2 Raja-raja 24 2 Raja-raja 25Verse
2 Raja-raja 18:1 2 Raja-raja 18:2 2 Raja-raja 18:3 2 Raja-raja 18:4 2 Raja-raja 18:5 2 Raja-raja 18:6 2 Raja-raja 18:7 2 Raja-raja 18:8 2 Raja-raja 18:9 2 Raja-raja 18:10 2 Raja-raja 18:11 2 Raja-raja 18:12 2 Raja-raja 18:13 2 Raja-raja 18:14 2 Raja-raja 18:15 2 Raja-raja 18:16 2 Raja-raja 18:17 2 Raja-raja 18:18 2 Raja-raja 18:19 2 Raja-raja 18:20 2 Raja-raja 18:21 2 Raja-raja 18:22 2 Raja-raja 18:23 2 Raja-raja 18:24 2 Raja-raja 18:25 2 Raja-raja 18:26 2 Raja-raja 18:27 2 Raja-raja 18:28 2 Raja-raja 18:29 2 Raja-raja 18:30 2 Raja-raja 18:31 2 Raja-raja 18:32 2 Raja-raja 18:33 2 Raja-raja 18:34 2 Raja-raja 18:35 2 Raja-raja 18:36 2 Raja-raja 18:37

2 Raja-raja 18:2 (IDN) — Setting Sejarah dan Gambaran Iman
Ayat ini membuka pernyataan tentang usia pemerintahan raja yang baru naik dan identitas keluarganya. Pada masa baginda naik jabatan, umurnya dua puluh lima tahun; ia memerintah di Yerusalem sembilan puluh tahun lebih satu. Perincian ini menyiapkan konteks historis dan legitimasi dinasti yang berjalan dalam kitab Tawarikh dan Kitab Raja-Raja. Referensi tentang nama ibu baginda—Abia, anak Zakharia—menunjukkan garis keturunan dan hubungan bangsawan yang menjadi bagian penting dari struktur kekuasaan pada masa itu.
Yang ditunjukkan teks mengenai Allah dan iman
Ayat ini sendiri lebih bersifat naratif genealogis daripada pengajaran teologis eksplisit. Namun, menyematkan angka-angka dan garis keturunan dalam catatan sejarah menunjukkan bahwa Allah bekerja melalui sejarah manusia dan kepemimpinan. Ketelitian penulis Injil Tanakh dalam mencatat usia, masa pemerintahan, dan nama ibu raja mencerminkan keyakinan bahwa setiap peristiwa terjadi dalam bingkai kehendak Allah yang bekerja melalui garis turun-temurun bangsawan serta umat-Nya di Yerusalem.
Kata kunci dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian lain Perjanjian Lama
Beberapa referensi terkait menunjukkan pola yang serupa dalam beberapa keluarga raja. Misalnya, catatan usia raja dan masa kekuasaan dipakai untuk menegaskan garis keturunan serta proporsi kepemimpinan di Yerusalem. Perhatikan bagaimana penulis kitab mengaitkan kebangsaan, keturunan, dan masa kepemimpinan sebagai bagian dari rencana Ilahi yang lebih luas.
Hubungan silang (cross-references)
Beberapa rujukan terkait yang relevan: - 1 Raja-raja 14:21-31 (ketetapan garis dinasti dan hubungannya dengan tahta di Yerusalem) — menambah konteks tentang legitimasi raja dan bagaimana masa jabatan dicatat secara rinci. - 2 Tawarikh 29-31 (reorientasi kembali kehidupan ibadah dan pemerintahan di masa raja-raja) — memperlihatkan bagaimana keturunan dan masa pemerintahan berdampak pada praktik keagamaan negara. - Ulangan 17:14-20 (penekanan pada syarat dan pemilihan raja dalam konteks perjanjian) — menambahkan sudut pandang teologis atas institusi kerajaan yang dimaksudkan sebagai bagian dari tata kehendak Allah bagi umat-Nya.
Aplikasi praktis bagi masa kini
Orang percaya dia tidak berdiri di luar sejarah; kepemimpinan, akar keluarga, dan masa depan dinyatakan dalam konteks Kerajaan Allah. Ketelitian penulis kitab dalam mencatat detail historis mengingatkan kita untuk menghargai warisan iman dan peran komunitas dalam membentuk identitas bangsa. Dalam keseharian, kita dapat memandang legitimasi dan tanggung jawab kepemimpinan sebagai bagian dari panggilan hidup berlandaskan integritas, tanggung jawab, dan komitmen pada kebaikan bersama.
Catatan penyuntingan gaya dan sumber
Ringkasan ini menggabungkan pandangan umum dari penafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, disesuaikan untuk pembaca Indonesia. Quotation kecil yang relevan berasal dari karya-karya mereka secara umum, tanpa menyalin teks penuh. Jika ada kutipan spesifik yang diperlukan, akan dicantumkan secara tepat sesuai sumber yang tersedia dalam domain publik.