Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
1 Samuel 1 1 Samuel 2 1 Samuel 3 1 Samuel 4 1 Samuel 5 1 Samuel 6 1 Samuel 7 1 Samuel 8 1 Samuel 9 1 Samuel 10 1 Samuel 11 1 Samuel 12 1 Samuel 13 1 Samuel 14 1 Samuel 15 1 Samuel 16 1 Samuel 17 1 Samuel 18 1 Samuel 19 1 Samuel 20 1 Samuel 21 1 Samuel 22 1 Samuel 23 1 Samuel 24 1 Samuel 25 1 Samuel 26 1 Samuel 27 1 Samuel 28 1 Samuel 29 1 Samuel 30 1 Samuel 31Verse
1 Samuel 4:1 1 Samuel 4:2 1 Samuel 4:3 1 Samuel 4:4 1 Samuel 4:5 1 Samuel 4:6 1 Samuel 4:7 1 Samuel 4:8 1 Samuel 4:9 1 Samuel 4:10 1 Samuel 4:11 1 Samuel 4:12 1 Samuel 4:13 1 Samuel 4:14 1 Samuel 4:15 1 Samuel 4:16 1 Samuel 4:17 1 Samuel 4:18 1 Samuel 4:19 1 Samuel 4:20 1 Samuel 4:21 1 Samuel 4:22



1 Samuel 4:21 (IDN) — Ikabod: kemuliaan Israel tertahan karena Tabut Allah dirampas
Rangkaian kejadian di 1 Samuel 4 menggambarkan kekalahan pertempuran Israel melawan Filistin, hilangnya Tabut Perjanjian, dan dampaknya yang mengguncangkan. Ketika Tabut itu dirampas, Eli dan keluarganya terlampaui oleh berita kesedihan dan kematian. Ayat ini mencatat penamaan bayi yang lahir sebagai akibat trauma rohani: Ikabod, yang bermakna “kemuliaan telah hilang” atau “kemuliaan Israel telah dibawa pergi.” Kisah ini menekankan bahwa kemuliaan Israel terkait dengan kehadiran Tabut Allah; ketika tabut hilang, identitas dan keutuhan bangsa terguncang.
Pemaknaan pokok
Pada intinya, ayat ini mengekspresikan duka dari hilangnya Tabut yang melambangkan kehadiran Allah di tengah umat-Nya. Kemunculan Ikabod menandai perubahan besar dalam persepsi bangsa terhadap perlindungan ilahi: kemuliaan Israel tidak lagi terlihat secara jelas dalam peperangan, dan hal itu menimbulkan pertanyaan tentang masa depan serta pemulihan iman umat Allah.
Tema utama
Cross-references dan hubungan teologis
1 Samuel 4:3–11 menempatkan ayat ini dalam rangkaian kekalahan di Ebenezer dan hilangnya Tabut; keduanya menunjukkan bahwa kemenangan dan perlindungan berasal dari kehadiran Tuhan lebih daripada sekadar taktik perang.
1 Samuel 3:19–21 mengingatkan bahwa Tuhan menyertai Samuel di masa kecilnya, menegaskan bahwa kehadiran ilahi tetap beroperasi meskipun konteks manusia bergelombang. Ini menyeimbangkan gambaran kehilangan dengan potensi pemulihan yang berasal dari ketaatan pada panggilan Allah.
Ayub 42:5–6 dan narasi lain tentang kehadiran Allah meskipun penderitaan manusia mengajak pembaca untuk tidak kehilangan iman saat mengalami kehancuran simbolik, karena kemuliaan Allah tetap nyata meskipun tidak selalu terlihat secara kasat mata.
Refleksi praktis
Pembaca diajak merenungkan bagaimana kita merespons kehilangan dan ancaman terhadap pemahaman kita tentang penyertaan Tuhan. Ketika “tabut” kita pribadi—rencana, harapan, atau nilai-nilai—dipindahkan atau diragukan, kita perlu mencari kehadiran Tuhan dengan lebih dekat melalui doa, persaudaraan, dan ketaatan kembali kepada-Nya. Keberanian untuk mengakui kehilangan bisa menjadi pintu menuju pemahaman yang lebih dalam tentang rencana Allah yang tidak selalu sesuai harapan manusia, namun tetap mengikat umat-Nya dalam kemurnian iman.
Ringkasan singkat
Ayahnya dan keluarganya menamai bayi itu Ikabod, sebagai penanda bahwa kemuliaan Israel terasa hilang karena Tabut Allah telah dirampas dan banyak kehilangan yang menyertainya. Kisah ini mengajak pembaca melihat bahwa kemuliaan bangsa bukan semata kekuasaan militer, melainkan hubungan dengan Allah. Dalam konteks iman, ada peluang untuk bertahan dan dipulihkan melalui ketaatan kepada Tuhan meskipun keadaan tampak suram.
Quotations from public-domain commentators (bersifat ringkas):
Albert Barnes menekankan bahwa kehilangan Tabut adalah penilaian ilahi atas dosa dan kelalaian rohani di antara imam-imam dan bangsawan pada masa itu, dan penamaan Ikabod menegaskan realitas kehilangan kehadiran ilahi. Adam Clarke menambahkan bahwa peristiwa ini menunjukkan bahwa kemuliaan Tuhan tidak tergantung pada simbol luar, melainkan pada hubungan yang setia dengan-Nya. Matthew Henry menyoroti bagaimana Tuhan menggunakan kegagalan manusia untuk memurnikan iman umat-Nya dan mendorong mereka kembali kepada-Nya.
Catatan kutipan singkat (tanpa teks lengkap): kutipan khusus dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke disebutkan di atas dalam konteks ide umum mereka tentang kehilangan kemuliaan akibat hilangnya Tabut.