Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
1 Samuel 1 1 Samuel 2 1 Samuel 3 1 Samuel 4 1 Samuel 5 1 Samuel 6 1 Samuel 7 1 Samuel 8 1 Samuel 9 1 Samuel 10 1 Samuel 11 1 Samuel 12 1 Samuel 13 1 Samuel 14 1 Samuel 15 1 Samuel 16 1 Samuel 17 1 Samuel 18 1 Samuel 19 1 Samuel 20 1 Samuel 21 1 Samuel 22 1 Samuel 23 1 Samuel 24 1 Samuel 25 1 Samuel 26 1 Samuel 27 1 Samuel 28 1 Samuel 29 1 Samuel 30 1 Samuel 31Verse
1 Samuel 2:1 1 Samuel 2:2 1 Samuel 2:3 1 Samuel 2:4 1 Samuel 2:5 1 Samuel 2:6 1 Samuel 2:7 1 Samuel 2:8 1 Samuel 2:9 1 Samuel 2:10 1 Samuel 2:11 1 Samuel 2:12 1 Samuel 2:13 1 Samuel 2:14 1 Samuel 2:15 1 Samuel 2:16 1 Samuel 2:17 1 Samuel 2:18 1 Samuel 2:19 1 Samuel 2:20 1 Samuel 2:21 1 Samuel 2:22 1 Samuel 2:23 1 Samuel 2:24 1 Samuel 2:25 1 Samuel 2:26 1 Samuel 2:27 1 Samuel 2:28 1 Samuel 2:29 1 Samuel 2:30 1 Samuel 2:31 1 Samuel 2:32 1 Samuel 2:33 1 Samuel 2:34 1 Samuel 2:35 1 Samuel 2:36



1 Samuel 2:23 (IDN)
Imam Eli menegur kedua putranya, Hofni dan Pinehas, karena perilaku mereka yang jahat terhadap umat Allah. Firman ini muncul setelah Allah menolak doa mereka dan umat Israel, karena pelanggaran yang berulang-ulang di tempat korban persembahan. Dalam konteks ini, Yusuf, anak-anak Eli, tidak mau mengubah jalan hidupnya meski terang-terangan menimbulkan bahaya bagi kemuliaan Tuhan dan kesejahteraan umat.
Setting segera teks
Ayat ini terjadi saat Eli menyadari pengalaman buruk di rumah Allah karena pelanggaran para imamnya. Ia menegur dua anaknya dengan pertanyaan tegas: mengapa kalian melakukan perkara yang begitu? Perkataan ini menandai larangan tegas terhadap praktik tidak benar dalam peribadatan dan langkah organisasi imam yang sangat bertentangan dengan kehendak Tuhan.
Apa yang dikatakan teks tentang Allah dan iman
Kalimat Eli menegaskan bahwa Allah memperhitungkan perilaku manusia di hadirat-Nya. Allah tidak mentolerir tindakan zalim atau penyalahgunaan kekuasaan rohani hanya karena status keturunan atau jabatan. Firman ini menggarisbawahi bahwa iman yang benar menyertai hidup yang tunduk kepada hukum-Nya, termasuk integritas dalam pelayanan. Dalam konteks naratif, sikap Allah terhadap ketidakbenaran imam menuntun umat menuju jawaban ilahi atas tindakan mereka.
Istilah penting dan gambaran penting
Ayat-ayat terkait (cross-references)
Beberapa teks lain membantu memahami tema ini:
Penjelasan singkat: Hakim dan Mazmur menegaskan bahwa Tuhan melihat hati dan tindakan, bukan sekadar ritus. Amsal mengingatkan bahwa teguran yang tepat menghasilkan perlindungan bagi komunitas iman dan memulihkan integritas rohani.
Rujukan relevan untuk pembaca masa kini
Pada masa kini, ayat ini mengajak jemaat untuk menilai jemaat atau gereja secara jujur: apakah kita menjalani ibadah dengan tulus, menghindari penyalahgunaan jabatan, serta memihak pada keadilan dan kebenaran. Teguran yang tegas diperlukan ketika ada penyimpangan yang merugikan bagi banyak orang.
Penutup: aplikasi praktis
- Memeriksa motivasi pelayanan: apakah kita melayani demi kemuliaan Tuhan atau reputasi pribadi?
- Memastikan keadilan dalam tindakan rohani: perlakuan yang adil terhadap sesama, khususnya mereka yang lemah, tidak boleh diabaikan.
- Menghindari budaya “berbuat seenaknya” dalam pengabdian kepada Tuhan; kepatuhan kepada Tuhan tetap yang utama.
Catatan editorial
Quotations: Tidak ada kutipan langsung panjang dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke dalam bagian ini. Ringkasan mengikuti gaya tafsiran para komentator publik domain secara umum, dengan pernyataan inti bahwa Tuhan memperhitungkan integritas rohani dan konsekuesi pelanggaran di dalam pelayanan.