Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
1 Yohanes 2:1 1 Yohanes 2:2 1 Yohanes 2:3 1 Yohanes 2:4 1 Yohanes 2:5 1 Yohanes 2:6 1 Yohanes 2:7 1 Yohanes 2:8 1 Yohanes 2:9 1 Yohanes 2:10 1 Yohanes 2:11 1 Yohanes 2:12 1 Yohanes 2:13 1 Yohanes 2:14 1 Yohanes 2:15 1 Yohanes 2:16 1 Yohanes 2:17 1 Yohanes 2:18 1 Yohanes 2:19 1 Yohanes 2:20 1 Yohanes 2:21 1 Yohanes 2:22 1 Yohanes 2:23 1 Yohanes 2:24 1 Yohanes 2:25 1 Yohanes 2:26 1 Yohanes 2:27 1 Yohanes 2:28 1 Yohanes 2:29



1 Yohanes 2:23 (IDN)
Ayat ini berada dalam konteks surat Yohanes yang menekankan kebenaran iman kepada Anak Allah, yaitu Yesus Kristus, dan ajaran mengenai pewarisan hidup kekal serta hubungan autentik antara percaya kepada Kristus dengan pengakuan kepada Bapa-Nya. Dalam bagian ini Yohanes menegaskan bahwa menyangkal Anak berarti menyangkal Bapa, dan sebaliknya, yang mengaku Anak memiliki Bapa. Pertentangan antara pengakuan kepada Kristus dan penyangkalan-Nya menjadi ukuran nyata hubungan seseorang dengan Allah.
Makna pokok
Ayat ini menegaskan satu kebenaran eksklusif: hubungan yang benar dengan Allah terikat melalui Kristus. Penyataan itu menekankan bahwa iman kepada Bapa tidak terpisah dari pengakuan dan percaya kepada Anak. Jika seseorang menolak atau menyangkal Anak, ia juga menolak Bapa. Sebaliknya, mengaku Anak adalah bukti keikutsertaan dalam keluarga Allah.
Tema-tema kunci
Cross-references (signifikansi singkat)
Refleksi praktis
Latihan iman kita seharusnya terlihat dalam ketaatan kepada Kristus dan pengakuan yang berbarengan tentang keilahian-Nya. Bukan sekadar retorika batin, melainkan hidup dalam ketaatan, kasih, dan kesaksian yang konsisten kepada Allah melalui-Nya. Perkara ini menolong kita menjaga integritas iman di tengah godaan budaya yang mengaburkan identitas Kristiani.
Ringkasan singkat
Barangsiapa menyangkal Anak tidak memiliki Bapa; sebaliknya, yang mengaku Anak adalah bagian dari keluarga Allah. Ayat ini menegaskan bahwa iman kepada Kristus adalah kunci utama hubungan dengan Bapa, dan hidup yang sejati mengekspresikan pengakuan itu dalam tindakan kasih dan ketaatan kepada-Nya.
Cuplikan catatan sumber (ringkas)
Beberapa pandangan klasik menekankan bahwa pengakuan Kristus mencerminkan keseluruhan hubungan kita dengan Allah, sebagaimana dinyatakan juga dalam karya para komentator publik domain. Jika ada kutipan singkat dari tokoh seperti Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang relevan, akan dicantumkan secara singkat pada bagian ini sesuai kebutuhan.