Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
1 Korintus 6:1 1 Korintus 6:2 1 Korintus 6:3 1 Korintus 6:4 1 Korintus 6:5 1 Korintus 6:6 1 Korintus 6:7 1 Korintus 6:8 1 Korintus 6:9 1 Korintus 6:10 1 Korintus 6:11 1 Korintus 6:12 1 Korintus 6:13 1 Korintus 6:14 1 Korintus 6:15 1 Korintus 6:16 1 Korintus 6:17 1 Korintus 6:18 1 Korintus 6:19 1 Korintus 6:20



1 Korintus 6:13 (IDN)
Ayat ini berada dalam konteks pembahasan masalah moralitas dan penyalahgunaan tubuh. Rasul Paulus menanggapi pandangan yang membagi antara makanan yang lazim serta tubuh sebagai alat untuk persundalan. Ia menegaskan bahwa meski makanan dan perut memiliki fungsi sementara di dunia, Allah akan melenyapkan keduanya. Tetapi fokus utama adalah bahwa tubuh manusia tidak diciptakan untuk persundalan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan lah yang menentukan tujuan dan pemulihan bagi tubuh.
Makna teks dan gambaran utama
Frasa “makanan itu bagi perut, dan perut itu bagi makanan” menggambarkan gagasan praktis bahwa kebutuhan fisik bisa menentukan tindakan. Namun, Paulus menambah bahwa keduanya—makanan dan perut—akan dilenyapkan oleh Allah pada akhirnya. Penekanan ini menggeser perhatian dari pemenuhan keinginan fisik semata kepada tujuan kekal tubuh sebagai milik Tuhan. Dalam pandangan ini, hidup dalam kekudusan tidak bisa dipisahkan dari bagaimana tubuh dipakai di hadapan Tuhan.
Kata kunci dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian-bagian Alkitab terkait
Beberapa bagian yang relevan memperlihatkan tema serupa:
Pandangan para penafsir berbahasa publik domain
Beberapa penafsir klasik menekankan bahwa Paulus mengarahkan jemaat untuk tidak mengutamakan kenyamanan fisik secara bebas, melainkan kesetiaan moral yang memuliakan Tuhan. Mereka menegaskan bahwa “makanan” dan “perut” diumpamakan sebagai simbol kebutuhan manusia yang sementara; tujuan akhirnya adalah pemulihan dan pengudusan dalam hubungannya dengan Tuhan dan sesama.
Temuan inti dari para komentator sebelumnya adalah bahwa integritas tubuh mengarahkan perilaku seksual ke jalur yang benar, bukan sebaliknya; tubuh dipakai untuk memuliakan Tuhan, bukan untuk memerasai diri dengan dosa.
Pengaitan silang (cross-references)
Beberapa referensi relevan untuk memperdalam makna:
Aplikasi praktis bagi orang percaya sekarang
Beberapa pelajaran praktis:
Inti pesan teks mengajak jemaat mengutamakan tujuan kekal di atas kenyamanan sementara, dengan memahami bahwa tubuh adalah milik Tuhan dan dipakai untuk pekerjaan-Nya dalam dunia ini.